Ketentuan-ketentuan Hal:
1. Hal merupakan isim yang mansub.
Contoh:
صَلَّى مُحَمَّدٌ قَاعِدًا (Muhammad shalat dalam keadaan duduk)
2. Hal berbentuk isim nakiroh, sedangkan shohibul hal (isim yang dijelaskan keadaannya oleh Hal) berbentuk isim ma’rifat.
Contoh:
أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا (Anak itu makan dalam keadaan berdiri)
اَلْوَلَدُ = Shohibul hal, ma’rifat
قَائِمًا = Hal, nakiroh
3. Hal mengikuti shohibul hal dari sisi nau’ (mudzakkar atau muannats) dan ‘adad (mufrod, mutsanna, jama’).
Contoh:
شَرِبَ مُحَمَّدٌ جَالِسًا (Muhammad minum dalam keadaan duduk)
شَرِبَتْ فَاطِمَةُ جَالِسَةً (Fatimah minum dalam keadaan duduk)
أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا (Anak itu makan dalam keadaan berdiri)
أَكَلَ الْوَلَدَانِ قَائِمَيْن (Dua anak itu makan dalam keadaan berdiri)
Dengarkan Kajian:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Print This Post
14,289 views











5th April 2010 pada waktu 12:01 pm
sae sae ..ana ingin software nahwu yang bagus…kalo ada tampilkan di web ini ana tunggu
3rd July 2012 pada waktu 7:59 pm
[...] http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-91-ketentuan-ketentuan-hal.html diakses tgl 1-7-2012 jam 13.00 wib [...]