web 2.0

Huruf Hamzah (Bagian I)

Macam-macam Fungsi Hamzah Didalam Bahasa ‘Arab

(Bagian Pertama)

Hamzah [ ء ] merupakan huruf  pertama dalam pengucapan abjadiyah ‘arab, yang memiliki beberapa fungsi dalam bahasa ‘Arab, diantaranya :

هَمْزَةُ التَّسْوِيَةِ Hamzah Taswiyah

  • هَمْزَةُ التَّسْوِيَةِ Hamzah Taswiyah : Hamzah yang terletak setelah kata سََوَاءٌ (yang artinya : “sama saja”, yaitu : dalam rangka menyamakan dua hal), dan dalam susunan seperti ini Hamzah tersebut harus disertai sebuat kata yang dinamai :  أَمْ الْمُعَادَلَةِ (Am Mu’adalah, yang diartikan : “ataupun”), contohnya dalam Firman Allah –ta’ala- ketika Allah menceritakan tentang mustakbirin (orang-orang sombong) dimana pada hari kiamat kelak  mereka akan berkata :

سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَ جَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيْصٍ

–         Artinya : sama saja bagi kita  apakah kita mengeluh ataupun kita bersabar maka tidaklah ada untuk kita tempat melarikan diri” QS.Ibrahim:21. Selengkapnya… »

Latihan Dasar 10: Sebutkan Tanda Muannats

Sebutkan Tanda Muannats dari Isim-Isim Berikut Ini

Dalam pelajaran ke-14 telah diuraikan tanda-tanda isim muannats. Untuk soal-soal berikut ini, silakan sebutkan tanda muannats dari masing-masing isim. Nomor 1 adalah contoh. Selamat mengerjakan!

1. حُبْلَى (Wanita hamil) → Isim yang khusus untuk perempuan
2. هُرَيْرَةُ (Kucing betina kecil)
3. كُبْرَى (Paling besar)
Selengkapnya… »

Latihan Dasar 9: Berubah Menjadi Jamak Mudzakkar Salim, Jamak Taksir, atau Kedua-Duanya

Suatu isim mufrod bisa berubah menjadi jamak, dengan bentuk perubahan yang telah kita pelajari di Pelajaran ke-11. Latihan membentuk isim jamak juga telah ditampilkan di Latihan Dasar 2

Untuk latihan kali ini, kita akan menguji kemampuan kita untuk menentukan suatu isim mufrod mudzakkar akan berubah menjadi (1) jamak mudzakkar salim saja, (2) jamak taksir saja, atau (3) bisa berubah menjadi kedua-duanya (jamak mudzakkar salim dan jamak taksir). Sebagai rujukan mengerjakan latihan ini, silakan buka Pelajaran ke-12

Sebutkanlah bentuk jamak dari isim-isim mufrod berikut ini:

1. نَبِيٌّ (Nabi)

2. رَسُوْلٌ (Rasul)

3. اَسَدٌ (Singa)
Selengkapnya… »

Latihan Dasar 8: Bedakan Jumlah Ismiyyah, Jumlah Fi’liyyah, dan Syibhul Jumlah

Tentukanlah Mana Jumlah Ismiyyah, Mana Jumlah Fi’liyyah, dan Mana Syibhul Jumlah

1. قَامَ زَيْدٌ

2. هَذَا زَيْدٌ

3. زَيْدٌ يَقُوْمُ
Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 120: Tawabi' Lil Majrur Dan Penutup

اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْرِ
Tawabi Pada Isim Majrur

1. اَلنَّعْتُ

Contoh:

هَذِهِ القِصَّةُ ذُكِرَتْ فِي حَدِيْثٍ صَحِيْحٍ (Kisah ini disebutkan di dalam hadits yang shohih)

2. اَلْعَطْفُ

Contoh:

كَتَبْتُ بِالدَّفْتَرِ وَالقَلَمِ (Aku menulis dengan menggunakan buku tulis dan pena)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 119: Faidah Idhofah

Faidah:

1. Secara umum, kandungan makna idhofah mempunyai tiga arti:

a. Bermakna مِنْ (dari)

Contoh:

خَاتَمُ حَدِيْدٍ (Cincin besi)

Maknanya adalah,

خَاتَمٌ مِنْ حَدِيْدٍ (Cincin dari besi)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 118: Syarat-Syarat Idhofah

شُرُوْطُ الإِضَافَةِ
(Syarat-Syarat Idhofah)

Syarat-syarat idhofah ada 3:

1. Mudhof tidak boleh ditanwin. Contoh:

حَقِيْبِةٌ = mudhof

مُحَمَّدٌ = mudhof ilaihi

Susunan idhofahnya adalah,

حَقِيْبَةُ مُحَمَّدٍ (Tas Muhammad)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 117: Macam-Macam Mudhaf Ilaihi

أَنْوَاعُ الْمُضَافِ إِلَيْهِ
(Macam-Macam Mudhof Ilaihi)

Macam-Macam Mudhof Ilaihi

1. Mu’rob

Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mu’rab harus selalu majrur. Contoh:

كِتَابُ الْمُسْلِمِ

كِتَابُ الْمُسْلِمَيْنِ

كِتَابُ الْمُسْلِمِيْنَ

حَدِيْثُ عَائِشَةَ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 116: Majrur Dengan Idhafah

اَلْمَجْرُوْرُ بِالإِضَافَةِ
(Majrur Karena Idhafah)

Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain.

Contoh:

كِتَابُ مُحَمَّدٍ (Bukunya Muhammad)

خَاتَمُ ذَهَبٍ (Cincin emas)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 115: Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer

Faidah:

1. Huruf حَتَّى dapat masuk ke isim atau fi’il.

Jika حَتَّى masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.

Jika حَتَّى masuk ke fi’il maka berfungsi sebagai huruf penashob.

Contoh:

اِجْتَهِدْ حَتَّى تَصِلَ إِلَى مَا تَرْجُوْ (Bersungguh-sungguhlah sampai engkau mencapai apa yang engkau harapkan)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 114: Contoh Penggunaan Huruf Jer

Contoh masing-masing penggunaan huruf jer:

1. مِنْ (Dari)

خَرَجْتُ مِنَ الْمَنْزِل (Aku keluar dari rumah)

هَذِهِ الصَّدَقَةُ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ (Shadaqah ini dari orang-orang yang berbuat baik)

2. إِلَى (Ke)

سَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِد (Aku akan pergi ke masjid)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 113: Majruratul Asma Huruf Jer

مَجْرُوْرَاتُ الأَسْمَاء
(Keadaan Di Jerkannya Isim-Isim)

Kelompok Majruratul Asma:

1. مَجْرُوْرٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ

2. مَجْرُوْرٌ بِالإِضَافَة

3. اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْر

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 112: Tawabi Dari Isim Manshub

اَلتَّوَابِعُ لِلاِسْمِ الْمَنْصُوْب
(Tawabi’ Dari Isim Manshub)

Pembahasan tentang tawabi’ dari isim manshub telah di bahas pada pembahasan tawabi dari isim marfu’.

اَلتَّوَابِعُ

1. اَلنَّعْتُ — نَعْتٌ / مَنْعُوْتٌ

2. اَلْعَطْفُ — عَطْفٌ / مَعْطُوْفٌ

3. اَلتَّوْكِيْدُ — تَوْكِيْدٌ / مُؤَكَّدٌ

4. اَلْبَدَلُ — بَدَلٌ / مُبْدَلٌ مِنْهُ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada

Faidah:

1. Khusus untuk lafazh jalalah Allah الله, hanya boleh menggunakan huruf nida’ يَا .

Contoh:

يَا اَللهُ

Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan اَللّهُمَّ (Ya Allah)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 110: Munada Dengan Alif Lam

Memanggil kata yang terdapat “ال“:

Untuk kata yang terdapat “ال” nya, ada beberapa ketentuan dalam pemanggilannya.

1. Kata yang di panggil I’robnya marfu’

2. Menambahkan lafazh berikut setelah huruf nida’:

a. أَيُّهَا Untuk isim mudzakkar

b. أَيَّتُهَا Untuk isim muannats

Selengkapnya… »

Previous Entries