مَنْصُوْبَاتُ الأَسْمَاءِ
(Keadaan Dinashobkannya Isim-Isim)
Kelompok Manshubatul Asma:
- اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ
- اَلْمَفْعُوْلُ فِيْهِ
- اَلْمَفْعُوْلُ ِلأَجْلِهِ
- اَلْمَفْعُوْلُ الْمُطْلَقُ
- اَلْمَفْعُوْلَُُ مَعَهُ
- اَلْحَالُ
- اَلتَّمْيِِِِِيْزُ
- اَلْمُسْتَثْنَى
- خَبَرُ كَانَ
- اِسْمُ إِنَّ
- اَلْمُنَادَى
- اَلتَّوَابِعُ
اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ
(Maf?ul Bih)
Maf?ul bih adalah isim yang menjadi objek dari pelaku.
Contoh:
كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ (Mahasiswa itu telah menulis pelajaran)
شَرِبَتْ مَرْيَمُ اللَّبَنَ (Maryam meminum susu)
Dengarkan Kajian:
[sc_embed_player_template1 fileurl=”http://badaronline.com/sounds/nahwu1/dasar-78-muqoddimah-manshubatul-asma-maful-bih.mp3″]
Comments
3 responses to “Bahasa Arab Dasar 78: Manshubatul Asma – Maf’ul Bih”
Assalamu’alaikum,
Sebelumnya maaf kalau sekiranya konteks dan tempatnya kurang tepat untuk bertanya.
Saya sering mendengar di banyak khutbah kalimat
اما بعد , akan tetapi sampai sekarang saya belum faham apa arti dari kalimat tersebut.
Mohon penjelasannya. Jazakallah khair.
Wassalamu’alaikum.
#Arif
Untuk ُأَما بَعْد (Amma Ba’du) terjemahnya dalam bahasa indonesia kira-kira adalah “adapun setelah itu”.
[…] Bahasa Arab Dasar 78: Manshubatul Asma – Maf’ul Bih […]