مَنْصُوْبَاتُ الأَسْمَاءِ
(Keadaan Dinashobkannya Isim-Isim)
Kelompok Manshubatul Asma:
- اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ
- اَلْمَفْعُوْلُ فِيْهِ
- اَلْمَفْعُوْلُ ِلأَلجْلِهِ
- اَلْمَفْعُوْلُ المُطْلَقُ
- اَلْمَفْعُوْلَُُ مَعَهُ
- اَلْحَالُ
- اَلتَّمْيِِِِِيْزُ
- اَلْمُسْتَثْنَى
- خَبَرُ كَانَ
- اِسْمُ إِنَّ
- اَلْمُنَادَى
- اَلتَّوَابِعُ
اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ
(Maf’ul Bih)
Maf’ul bih adalah isim yang menjadi objek dari pelaku.
Contoh:
كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ (Mahasiswa itu telah menulis pelajaran)
شَرِبَتْ مَرْيَمُ اللَّبَنَ (Maryam meminum susu)
Dengarkan Kajian:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Print This Post
10,349 views













15th October 2009 pada waktu 10:49 am
Assalamu’alaikum,
Sebelumnya maaf kalau sekiranya konteks dan tempatnya kurang tepat untuk bertanya.
Saya sering mendengar di banyak khutbah kalimat
اما بعد , akan tetapi sampai sekarang saya belum faham apa arti dari kalimat tersebut.
Mohon penjelasannya. Jazakallah khair.
Wassalamu’alaikum.
15th October 2009 pada waktu 9:13 pm
#Arif
Untuk ُأَما بَعْد (Amma Ba’du) terjemahnya dalam bahasa indonesia kira-kira adalah “adapun setelah itu”.