>Catatan Khusus:
Apabila badal berupa lafadz ابن, maka mubdal minhu (yang dibadali/kata yang terletak sebelumnya) tidak boleh ditanwin, sedangkan lafadz ابن dihilangkan alifnya (menjadi بن) dan kata yang terletak setelahnya dimajrurkan sebagai mudhaf ilaih
Contoh:
مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ
قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ
Dengarkan Kajian:
[sc_embed_player_template1 fileurl=”http://badaronline.com/sounds/nahwu1/dasar-77-catatan-khusus-badal.mp3″]
Comments
2 responses to “Bahasa Arab Dasar 77: Catatan Khusus Badal”
Sayrana senang ada sarana online belajar bahasa arab, semoga web.tsb. dapat lebih disederhanakan guna memudahkan saya memahami ayat alquran, syukron.
Assalamu alaikum
Syukron atas kiriman artikelnya, afwan Akhi pelajaran bahasa Arab dasar Online ini samapai berapa?