Saudari-Saudari Inna:
1. ََّإِنَّ, أَن = Untuk Taukid (Menguatkan sesuatu)
Contoh:
إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ (Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar)
وَاعْلَمُوْا أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ (Ketahuilah sesungguhnya pertolongan itu bersama kesabaran)
2. لَيْتَ = Untuk berandai-andai
Contoh:
ٌلَيْتَ النَّتِيْجَةَ حَسَنَة (Seandainya nilainya baik)
3. كَأَنَّ = Untuk Tasybih (Menyerupakan)
Contoh:
ٌكَأَنَّ عُمَرَ أَسَد (Seakan-akan Umar adalah singa)
4. لَكِنَّ = Untuk Menyatakan kebalikan dari kalimat sebelumnya
Contoh:
اَلْكِتَابُ صَغِيْرٌ لَكِنَّهُ مُفِيْدٌ (Kitab itu kecil akan tetapi berfaidah)
5. لَعَلَّ = Untuk pengharapan
Contoh:
لَعَلَّ الْجَوَّ مُعْتَدِلٌ (Mudah-mudahan udaranya nyaman)
6. لاَ النَّافِيْةُ لِلْجِنْسِ = Untuk meniadakan jenis
Contoh:
لاَ رَجُلَ فِي الْبَيْتِ (Tidak ada seorang lelaki pun di dalam rumah itu)
Dengarkan Kajian:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Print This Post
11,425 views













27th February 2010 pada waktu 3:35 pm
kenapa la rajula tidak la rajulan padahal dia mufrod
28th February 2010 pada waktu 8:06 pm
#abu ibrahim
Karena ada pengecualian untuk isim la. Isim tersebut menafikan semua jenis isimnya dan i’robnya adalah mabni, silakan simak kembali penjelasan suaranya lebih seksama.
13th April 2010 pada waktu 2:48 pm
[...] Khobar laa dibuang (mahdzuuf), dan takdirnya adalah “haqqun” atau “bihaqqin“. [...]
5th February 2011 pada waktu 3:32 pm
sangat2 menambah ilmu dan membantu menyelesaikan tugas sekolah saya :D syukron katsirooooon