web 2.0

Bahasa Arab Dasar 60: Khobar Inna Dan Saudari-Saudarinya

خَبَرُ إِنَّ وَأَخَوَاتُهَا

Inna dan saudari-saudarinya merupakan huruf yang masuk pada susunan mubtada dan khobar, sehingga menashabkan mubtada dan merofa’kan khobar.

Mubtada’ yang telah dinashabkan oleh inna dan saudari-saudarinya dikenal dengan Isim Inna.

Khobar yang telah dirofa’kan oleh inna dan saudari-saudarinya dikenal dengan Khobar Inna.

Sehingga istilahnya menjadi berubah, dari mubtada menjadi isim inna dan khobar menjadi khobar inna.

Contoh:

إِنَّ اللهَ حَكِيْمٌ (Sesungguhnya Allah adalah Maha Bijaksana)

إِنَّ عَلِيًّا ذَكِيٌّ (Sesungguhnya Ali adalah Anak yang cerdas)

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ (Sesungguhnya Agama ini mudah)

Perincian kalimat:

اللهُ حَكِيْمٌ — إِنَّ اللهَ حَكِيْمٌ

عَلِيٌّ ذَكِيٌّ — إِنَّ عَلِيًّا ذَكِيٌّ

الدِّينُ يُسْرٌ — إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Print This Post Print This Post 17,016 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

12 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 60: Khobar Inna Dan Saudari-Saudarinya”

  1. bahasa arab memang penting bange..tt
    tapi ana pingin belajar mulai awal banget
    gimana caranya dongg
    sukron.

  2. Untuk mempelajari dari awal, silakan lihat link berikut:
    http://badaronline.com/daftar-isi

  3. QS. Attaubah (9) : 3. kata warasuluhu mengapa tidak warasulahu. bukankah kata itu mengikuti Allaha sebagai isim anna. mohon penjelasan.

  4. #sunanto
    Bukan akh, kata tersebut bukan athaf dari isim anna, Kata “Rasuluhu” marfu sebagai mubtada, khobarnya mahdzuf, takdirnya adalah “wa rasuluhu bariun minhum”, khobarnya di hapus karena konteksnya sudah jelas berdasarkan kalimat sebelumnya. Jadi wawu di sini bukan wawu athaf kepada lafazh jalalah Allah.

  5. assalamu’alaikum
    ustadz, mohon aturan penulisan angka dipadukan dengan isim bisa dibahas.
    syukron

  6. apa yang dimaksud dengan nawaasikh pada kaana dan inna? mohon penjelasannya

  7. #nia
    Nawaasikh maksudnya menghapus hukum sebelumnya. Inna yang masuk pada mubtada dan khobar menghapus hukum mubtada, yang sebelumnya marfu menjadi manshub, begitu pula kaana, karena masuk pada mubtada khobar, maka ia menghapus hukum pada khobar, yang sebelumnya marfu menjadi manshub.
    Semoga penjelasan ringkas ini bisa di mengerti, penjelasan detailnya silakan simak kembali penjelasan dari pemateri.
    BarakAllah fikum

  8. Ustadz, bagaimana dengan inna yang diikuti jumlah fi’liyah, seperti pada ayat:
    إنّ اَرْسَلنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَ نَذِيرًا

    Yang mana yang berlaku sebagai isim inna? Mohon penjelasannya.

  9. Afwan ustadz, udah ketemu penjelasannya di ebook إعراب القرآن وبيانه Al-baqarah ayat 119. Ternyata ayatnya إنّا(inna + dhomir nahnu), baru khobar inna اَرْسَلنَاكَ(ghoiru mufrod, jumlah fi’liyah).

  10. bagaimana jika inna atau kana tersebut terletak d tengah” kalam??

  11. audio tuk bhsa Arab dasar 60 tidak bisa di download….syukron

  12. @hakim
    ‘afwan,,, wallaahu musta’aan