strong>2. Fi’il Mabni
Fi’il mabni adalah fi’il yang keadaan akhirnya selalu tetap dan tidak mengalami perubahan
Kelompok Fi’il Mabni
a. Fi’il Madhi
Contoh:
كَتَبَ مُحَمَّدٌ الرِّسَالَةَ (Muhammad telah menulis surat itu)
مَا كَتَبَ مُحَمَّدٌ الرِّسَالَةَ (Muhammad tidak menulis surat itu)
b. Fi’il Amr
Contoh:
اُكْتُبْ هَذَا الدَّرْسَ (Tulislah pelajaran ini)
يَا أَخِيْ اُكْتُبْ هَذَا الدَّرْسَ (Wahai saudaraku tulislah pelajaran ini)
c.Fi’il Mudhori’ yang bersambung dengan nun niswah atau dengan nun taukid
– Nun niswah adalah nun yang terdapat dalam suatu fi’il untuk menunjukkan jenis perempuan yang keadaannya berharokat fathah.
Pada fi’il mudhori’, nun niswah terdapat pada fi’il َيَكْتُبْنَ dan تَكْتُبْنَ
Contoh:
الْمُسْلِمَاتُ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ (Para muslimah sedang menulis surat)
الْمُسْلِمَاتُ لَنْ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ Para muslimah tidak akan menulis surat)
– Nun taukid adalah huruf nun yang bersambung dengan suatu fi’il yang berfungsi sebagai penguat makna fi’il.
Contoh:
أَ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟ (Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)
ألَمْ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟ (Apakah kamu benar-benar tidak mendengar adzan?)
Catatan:
- I’rob suatu kata ada 4 macam, yaitu rofa’, nashob, jar, dan jazm. Untuk isim hanya terdiri dari i’rob rofa’, nashob dan jar serta tidak ada i’rob jazm. Untuk fi’il hanya terdiri dari i’rob rofa’, nashob dan jazm serta tidak ada i’rob jar.
- Semua fi’il mudhori’adalah termasuk fi’il mu’rob, kecuali apabila bersambung dengan nun niswah atau nun taukid.
Dengarkan Kajian:
[sc_embed_player_template1 fileurl=”http://badaronline.com/sounds/nahwu1/dasar-33-fiil-mabni.mp3″]
Comments
11 responses to “Bahasa Arab Dasar 33: Fi’il Mabni”
Bahasa Arab Dasar 33, ana kurang arif, jadi minta penjelasan mengenai, Contoh:
الْمُسْلِمَاتُ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ (Para muslimah sedang menulis surat)
الْمُسْلِمَاتُ لَنْ يَكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ Para muslimah tidak akan menulis surat), bukankah sepatutnya ditulis,
Contoh:
الْمُسْلِمَاتُ تكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ (Para muslimah sedang menulis surat)
الْمُسْلِمَاتُ لَنْ تكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ Para muslimah tidak akan menulis surat), kerana pelakunya adalah perempuan maka adakah huruf ي pada يكتبن diganti dengan تكتبن mohon sedikit penjelasan, wallohu a’lam…السلام عليكم
Tidak ada yang salah untuk perjelasan di atas akh, untuk contoh yang ditampilkan, kata al-muslimaat maknanya “mereka para muslimah”, dhomirnya adalah هُنَّ, dhomir yang sesuai untuk hunna adalah yaktubna, adapun taktubna digunakan untuk kata ganti “kalian”, bukan “mereka”.
Harap dipahami…
Terima kasih di atas penjelasan….doakan ana supaya Allah memberi kefahaman yang sempurna…
السلام عليكم
Maaf, mau tanya :
1. kalo pada ayat
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Fi’il mudhori’ لَتُسْأَلُنَّ i’robnya apa ya ?
2. Apa bedanya nun inats dan nun niswah ?
jazakumulloh khoir
#yahya
I’robnya mabni karena bersambung dengan nun taukid akhi.
Untuk admin -semoga Alloh menjaga antum semua-
1. Afwan kalo لَتَسْأَلَنَّ , dengan harokat “lam-nya fathah” gimana i’robnya ?
(kalo ayat diatas kan harokat lam-nya dmommah)
Beda gak i’robnya dengan yang harokat lam-nya fathah ?
2. dalam contoh
أَ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟ (Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)
gimana nulis arab untuk apakah kamu (satu orang perempuan) benar-benar mendengar adzan ?
Jazakumulloh khoir
Untuk admin -semoga Alloh menjaga antum semua-
1. Afwan kalo لَتَسْأَلَنَّ , dengan harokat “lam-nya fathah” gimana i’robnya ?
(kalo ayat diatas kan harokat lam-nya dmommah)
Beda gak i’robnya dengan yang harokat lam-nya fathah ?
2. dalam contoh
أَ تَسْمَعَنَّ الأَذَانَ؟ (Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?)
gimana nulis arab untuk apakah kamu (satu orang perempuan) benar-benar mendengar adzan ?
Jazakumulloh khoir
tampilkan lagi cara-cara perkenalan dan belajar angka dalam bahasa arab! terima kasih
هَلْ تكْتُبْنَ الرِّسَالَةَ؟….Bolehkah dibuat ayatnya begini? Yang bermaksud “Adakah kalian semua (perempuan)sedang menulis surat?
@ismail
Na’am akhi, bisa
syukron,… itu sangat bermanfaat,.. jazzakumullah khairan