B. Hukum mustatsna dengan غَيْر dan سِوَى
Mustatsna dengan غَيْر dan سِوَى adalah selalu majrur.
Contoh:
رَسَبَ الطُّلاَّبُ غَيْرَ عَلِيٍّ (Para murid gagal kecuali Ali)
نَجَحَ الطُّلاَّبُ سِوَى حَسَنٍ (Para murid lulus kecuali Hasan)
Catatan:
1. Hukum I’rob غَيْر adalah mengikuti hukum mustatsna dengan إِلاَّ
Contoh:
a. Kalimat positif dan disebutkan mustastna minhu.
رَجَعَ الْحَاضِرُوْنَ غَيْرَ مُحَمَّدٍ
b. Kalimat negatif dan disebutkan mustasna minhu.
مَا رَجَعَ الْحَاضِرُوْنَ غَيْرَ / غَيْرُ مُحَمَّدٍ
c. Kalimat negatif dan tidak disebutkan mustasna minhu.
[sc_embed_player_template1 fileurl=”http://badaronline.com/sounds/nahwu1/dasar-102-hukum-mustatsna-dengan-ghoir-siwa.mp3″]
Leave a Reply