تَقْسِيْمُ الفِعْلِ بِالنَّظَرِ إِلَى فَاعِلِهِ
(Pembagian Fi’il Ditinjau dari Pelakunya)

1. Fi’il Ma’lum
Fi’il ma’lum adalah fi’il yang disebutkan pelakunya (kata kerja aktif)
Contoh:
ضَرَبَ عَلِيٌّ الْكَلْبَ (Ali telah memukul anjing)
قَتَلَ الْقَائِدُ الْعَدُوَّ (Panglima itu telah membunuh musuh)
تَعَلَّمَ حَسَنٌ عِلْمَ النَّحْوِ (Hasan telah belajar ilmu nahwu)
يَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad sedang menulis pelajaran)
يَفْتَحُ زَيْدٌ البَابَ (Zaid sedang membuka pintu)
يَسْتَمِعُ الحَاضِرُوْنَ الْحِوَارَ (Para hadirin sedang mendengarkan dengan seksama diskusi itu)
2. Fi’il Majhul
Fi’il majhul adalah fi’il yang yang tidak disebutkan pelakunya (kata kerja pasif)
Contoh:
ضُرِبَ الْكَلبُُ (Anjing telah dipukul)
قُتِلَ الْعَدُوُّ (Musuh itu telah dibunuh)
تُعُلِّمَ عِلْمُ النَّحْوِ (Ilmu Nahwu telah dipelajari)
يُكْتَبُ الدَّرْسُ (Pelajaran sedang ditulis)
يُفْتَحُ الْبَابُ (Pintu sedang dibuka)
يُسْتَمَعُ الْحِوَارُُ (Diskusi itu didengarkan dengan seksama)
Dengarkan Kajian:
[sc_embed_player_template1 fileurl=”http://badaronline.com/sounds/nahwu1/dasar-29-pembagian-fiil-ditinjau-dari-pelaku.mp3″]
Comments
13 responses to “Bahasa Arab Dasar 29: Pembagian Fi’il Ditinjau Dari Pelakunya”
Assalamu’alaikum wrth,
Saya pelawat dari Singapura. Saya amat tertarik dengan bahan-bahan Arab yang ringkas sebagai rujukan asas yang mudah.
Alhamdulillah, terdapat website Bahasa Arab yang manfaat bagi pelajar-pelajar yang jinak-jinak mendalami lughah arobiyyah. Syukron jaziilan kepada pengasas dan asatizah yang menghasilakn website ini. Semoga Allah mempermudahkan usaha antum yang murni ini.
Bolehkah antum jelaskan mengenai isim majhul pada pelajaran akan datang? Ana ingin tahu keadah/pembentukan Isim Maf’uul. Apakah perbezaan Fi’il Majhul dengan Isim Maf’ul?
Contoh:
يفهم الدرس (Yufhamu Ad-darsu)
الدرس مفهوم (Ad-darsu mafhuum)
harap dpt diperbetulkan yg ana faham dr pelajaran terdahulu jika ada ال maka tiada tanwinnya
تَعَلَّمَ حَسَنٌ عِلْمَ النَّحْوٍ (Hasan telah belajar ilmu nahwu)dan pd
تُعُلِّمَ عِلْمُ النَّحْوٍ (Ilmu Nahwu telah dipelajari)
tolong perbetulkan jika ana yg salah faham krn ana diperingkat mubtadi, mudah-mudahan ana tidak keliru…
#ismail
Na’am akhi, kaidahnya “kalau ada ال maka tidak boleh tanwin”, maka kata “Nahwi” (bukan nihwa seperti di atas) di atas tidak di tanwin, atau kalau mau di tanwin maka tidak pakai ال, jadi yang benar adalah:
تَعَلَّمَ حَسَنٌ عِلْمَ النَّحْوِ
تُعُلِّمَ عِلْمُ النَّحْوِ
***
Ini juga sebagai koreksi dari contoh di atas, karena salah ketik, harusnya “nahwi”, tanpa tanwin. Syukron…
makasih ya akhi…syukron jaziilan
assalamu`alaikum…
akhi…untuk pembahasan ini kenapa gak ada penjelasan lebih jelasnya?…kenapa harakatnya bisa berubah?…dn kaeadah2 yg lainnya?..
syukron..
#rahmi
Namanya juga masih pelajaran dasar akhi, kalau diperlebar takutnya malah membingungkan yang baru belajar. Semoga nantinya pelajaran lanjutan bisa kami berikan lebih rinci dan jelas. ‘afwan…
# Rahmi
kalau boleh berbagi, harakatnya bisa berubah karena untuk membedakan antara kalimat aktif (fi’il ma’lum) dan kalimat pasif (fi’il majhul).
kata setelahnya bisa menjadi fail (setelah fi’il ma’lum)dan naibul fail (setelah fi’il majhul…….
semoga bermanfaat…
assalamualaikum, apa yang dimaksud jumlatu fiilyatun wa ismiyatun? dan contohnya bagaimana?
Jazakallah khairon
[…] Bahasa Arab Dasar 29: Pembagian Fi’il Ditinjau Dari Pelakunya […]
mhn izin pak/ustazd copy paste, ana mau belajar,
“الحمد لله
akhir y” bsa ngulang pelajaran nahwu juga d’ rmah…” ga ribet2x mkir dah tnggal dngerin smbil ngliatin…” sukron katsiran ya akhi…”
@erwin
alhamdulillah bisa bermanfaat :)
ya akhi, sama-sama, afwan