web 2.0

Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana

Isim Kana Mu'rob Mabni

1. Isim Kaana yang berupa isim mu’rob

Contoh:

كَان الْوَلَدُ نَشِيْطًا

كَانَتْ عَائِشَةُ صَالِحَةً

كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ صَالِحِيْنَ

كَانَتِ الْمُسْلِمَاتُ صَالِحَاتٍ

2. Isim Kaana yang berupa isim mabni

Contoh:

كَانَ هَذَا الْأُسْتَاذُ عَالِمًا

كَانَ ذَلِكَ الْكِتَابُ مُفِيْدًا

كُنْتُ مُسْلِمًا

كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 55: Isim Kana Dan Saudari-Saudarinya

اِسْمُ كَانَ وَ أَخَوَاتِهَا
(Isim Kaana dan Saudaranya)

Kaana dan saudari-saudarinya merupakan fi’il-fi’il yang masuk pada susunan mubtada’ dan khobar sehingga merofa’kan mubtada’ dan menashobkan khobar.

Mubtada’ yang telah dirofa’kan oleh kaana dan saudari-saudarinya dikenal dengan Isim Kaana

Khobar yang telah dinashobkan oleh kaana dan saudari-saudarinya dikenal dengan Khobar Kaana

Contoh:

اللهُ عَلِيْمٌ : كَانَ اللهُ عَلِيْمًا

مُحَمَّدٌ مُجْتَهِدٌ : كَانَ مُحَمَّدٌ مُجْتَهِدًا

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 54: Catatan Mubtada Khobar

Catatan:

1. Susunan mubtada’ dan khobar membentuk jumlah isimiyah, sedangkan susunan fi’il dan fa’il membentuk jumlah fi’ilyah.

Contoh:

الْمُسْلِمُ حَضَرَ (Jumlah ismiyah)

حَضَرَ الْمُسْلِمُ (Jumlah fi’liyah)

2. Apabila khobar berupa jumlah fi’liyah yang fa’ilnya berupa dhomir, maka harus mengikuti mubtada’nya dari sisi bilangan dan jenisnya.

Contoh:

الْمُسْلِمُ حَضَرَ

الْمُسْلِمُوْنَ حَضَرُوْا

الْمُسْلِمَةُ حَضَرَتْ

الْمُسْلِمَاتُ حَضَرْنَ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 53: Macam-Macam Khobar

أَنْوَاعُ الْخَبَرِ
(Macam-Macam Khobar)

Khobar Mu'rob Murokkab

1. Khobar Mufrod

Khobar mufrod adalah khobar yang bukan berupa jumlah maupun syibhul jumlah.

Contoh:

الْعَامِلُ حَاضِرٌ (Seorang pekerja itu hadir)

الْعَامِلاَنِ حَاضِرَانِ (Dua orang pekerja itu hadir)

الْعُمَّالُ حَاضِرُوْنَ (Para pekerja itu hadir)

Selengkapnya… »

Penulisan Lafaz Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim)

Lafaz basmalah atau bismillah adalah diantara kata yang terdapat dalam al-Qur’an, semua surat dalam al-Qur’an (kecuali surat at-Taubah) dimulai dengan lafazh basmalah, banyak sekali keutamaan dari basmalah, sehingga sangat penting bagi kita mengetahui lafazh dari basmalah serta pengucapannya, jangan sampai kita salah dalam mengucapkan lafaz yang mulia tersebut.

Lafazh basmalah dalam tulisan arab gundul di tulis,

بسم الله

Tulisan basmalah secara lengkap,

بسم الله الرحمان الرحيم

Dalam tulisan berharakat,

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Untuk Anak-Anak

Segala Puji bagi Allah ta’ala yang telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung yang menunjukkan akan benarnya risalah yang dibawa Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan kalangan jin pun sampai kagum dengan keindahan bahasa Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-Jinn,

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami.”. (Al-Jin [72]: 1-2)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 52: Macam-macam Mubtada

أَنْوَاعُ الْمُبْتَدَأِ
(Macam-Macam Mubtada’)

Mubtada' Mu'rob Mabni

1. Mubtada’ yang berupa isim mu’rob

Contoh:

أَللهُ عَلِيْمٌ (Allah Maha Mengetahui)

الْوَلَدَانِ مُجْتَهِدَانِ (Dua anak laki-laki itu orang yang bersungguh-sungguh)

عُمَرُ عَادِلٌ (Umar adalah seorang yang adil)

Selengkapnya… »

Penulisan Lafazh "JazaakAllaah Khairan"

Perbuatan baik yang dilakukan oleh orang lain kepada kita sudah sepantasnya kita balas dengan yang sebanding, kalau kita tidak bisa membalas dengan pemberian maka minimal kita mengucapkan ucapan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu,
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
Dibaca “jazakallahu khairan” atau bila di perinci panjang pendeknya ditulis, “JazaakAllaahu Khairan”, yang maknanya adalah “Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang setimpal.”

Kalimat di atas di baca ketika dhomirnya adalah kata ganti ke-2 seorang lelaki tunggal, adapun kalau dhomirnya adalah kata ganti ke-2 perempuan tunggal maka kalimatnya di rubah menjadi,
جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا
Artinya sama, hanya kalimat ini ditujukan untuk perempuan tunggal. (Silakan lihat kembali pada pelajaran dhomir.)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 51: Mubtada Khobar

اَلْمُبْتَدَأُ وَالْخَبَرُ
(Mubtada’ dan Khobar)

Mubtada’ adalah isim marfu’ yang biasanya terdapat di awal kalimat (Subyek)

Khobar adalah sesuatu yang dapat menyempurnakan makna mubtada’ (Predikat)

Contoh:

مُحَمَّدٌ طَبِيْبٌ (Muhammad adalah seorang dokter)

الْأُسْتَاذُ مَرِيْضٌ (Ustadz itu sakit)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa’il

Catatan Na’ibul Fa’il:

1. Ketentuan na’ibul fa’il mirip dengan ketentuan yang ada pada fa’il.

2. Naibul fa’il tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya.

Contoh:

يُقْبَضُ فِى الطَّرِيْقِ السَّارِقُ (Pencuri itu ditangkap di jalan)

3. Apabila na’ibul fa’il tidak terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya, maka untuk na’ibul fa’il yang muannats, fi’ilnya boleh mufrod muannats atau mufrod mudzakkar.

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 49: Naibul Fa’il

نَائِبُ الفَاعِلِ
(Naibul Fa’il)

Naibul fa’il adalah isim marfu’ yang terletak setelah fi’il majhul untuk menunjukkan orang yang dikenai pekerjaan.

Contoh:

ضُرِبَ الْكَلْبُ (Anjing itu telah dipukul)

يُكْتَبُ الدَّرْسُ (Pelajaran sedang ditulis)

Ketentuan-ketentuan naibul fa’il

1. Naibul fa’il merupakan isim marfu’. Asal dari na’ibul fa’il adalah sebagai obyek (maf’ul bih) yang mempunyai I’rob nashob. Tatkala failnya dihapus, maka maf’ul bih menggantikan posisi fa’il yang mempunyai I’rob rofa’.

Contoh:

نَصَرَ زَيْدٌ مُحَمَّدًا (Zaid menolong Muhammad)

Selengkapnya… »

Latihan Dasar 3: Isim Ghoirul Munshorif

Sebutkan sebab-sebab yang menjadikan isim-isim di bawah ini tidak menerima tanwin!
Lihat pembahasannya pada pelajaran Isim Ghoirul Munshorif

  1. سُفْلَى : Rendah
  2. حَمْرَاءُ : Merah
  3. أَشْيَاءُ : Sesuatu-sesuatu
  4. مَوَانِعُ : Penghalang-penghalang
  5. أَخْنَسُ : Kotor
  6. جَاكَرْتَا : Jakarta
  7. إِسْحَاقُ : Ishaq
  8. خُمَاسُ : Lima-lima
  9. إِسْرَافِيْلُ : Isrofil
  10. مَقَاعِدُ : Kaidah-kaidah
  11. كَسْلاَنُ : Malas
  12. يُوْسُفُ : Yusuf
  13. حَضْرَمَوْتُ : Hadhromaut

Penulisan Lafazh Salam Dan Kekeliruannya

Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, ucapan salam adalah sunah yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian kaum muslimin salah dalam mengucapkannya, sebagian salah dalam menuliskan atau melafazhkan, sebagiannya lagi salah dalam mengucapkan salam dengan meringkasnya menjadi kata yang tidak lagi menjadi salam.

Dalam bahasa arab, tulisan salam secara lengkap adalah seperti ini,

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pembacaannya adalah “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, kalau mau terperinci panjang pendeknya di tulis “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, perhatikan panjang dan pendeknya

Selengkapnya… »

Kesalahan Pembacaan Lafazh “Allahu Akbar”

Sebelumnya telah kita bahas penulisan yang benar dari Lafazh “Allaahu Akbar”, diantara satu lagi kesalahan yang kita temui dalam pengucapan lafazh yang mulia tersebut adalah pengucapan sebagian orang dengan melafazhkannya “Allaahu Akbaar” dengan menambahkan ‘a’ pada lafazh ‘Akbar’, akibat dari penambahan tersebut adalah perubahan makna yang sangat jauh. Akbar, Seharusnya di baca pendek semua, yang maknanya adalah lebih besar, jika dibaca dengan lafazh Akbaar, maka maknanya adalah gendang?!, dan ini adalah perubahan yang sangat fatal.

Kalimat ini bukanlah menjadi kalimat taat, bahkan menjadi kalimat maksiat dan mungkar, sepantasnya di rubah bagi orang yang mengetahuinya.

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 48: Catatan Macam-Macam Fa’il

Catatan Macam Fa’il:

  1. Alif yang berfungsi sebagai fa’il dinamakan alif itsnain ( أَلِفُ الإِثْنَيْنِ )
  2. Wawu yang berfungsi sebagai fa’il dinamakan wawu jama’ah ( وَاوُ الْجَمَاعَةِ )
  3. Nun yang berfungsi sebagai fa’il dinamakan nun niswah ( نُوْنُ النِّسْوَةِ )
  4. Ta’ yang berfungsi sebagai fa’il dinamakan ta’ fa’il ( تَاءُ الْفَاعِلِ )
  5. Ya’ yang berfungsi sebagi fa’il dinamakan ya mukhothobah ( يَاءُ الْمُخَاطَبَةِ )

Selengkapnya… »

Previous Entries Next Entries