web 2.0

Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif

اَلْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ / غَيْرُ الْمُنْصَرِفِ

(Isim Ghoirul Munshorif)

Isim Ghoirul Munshorif adalah isim yang tidak boleh ditanwin dan dikasroh.

Contoh: عُثْمَانُ – مَسَاجِدُ – عُمَرُ – عَائِشَةُ

Syarat-syarat isim ghoirul munshorif:

1. Tidak sebagai mudhof (disandarkan pada isim yang lain)

Contoh: صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدَ

مَرَرْتُ بِعُمَرَ

Apabila isim ghoirul munshorif ini sebagai mudhof, maka batal hukumnya.

Contoh: صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدِ هِم

2. Terbebas dari alif dan lam

Contoh: صَلَّيْتُ فِى مَسَاجِدَ

مَرَرْتُ بِعُمَرَ

Apabila isim ghoirul munshorif ini memakai alif dan lam, maka batal hukumnya.

Contoh: صَلَّيْتُ فِى المَسَاجِدِ

Kelompok isim yang masuk dalam kategori ghoirul munshorif

1. Bentuk jamak yang berpola مَفَاعِلُ (shighoh muntahal Jumu’)

Contoh: مَسَاجِدُ – مَقَاعِد

2. Isim maqshur yang berjenis muannats

Contoh: كُبْرَى – حُبْلَى

3. Isim mamdud yang berjenis muannats

Contoh: صَحْرَاءُ – حَمْرَاءُ

4. Nama perempuan

Contoh: مَرْيَمُ – عَائِشَةُ

5. Nama yang berpola فُعَلُ

Contoh: عُمَرُ – زُحَلُ

6. Nama yang diakhiri dengan tambahan alif dan nun ان

Contoh: عُثْمَانُ – سَلْمَانُ

7. Nama orang asing (selain arab) / nama ajam

Contoh: إِبْرَاهِيْمُ – إِسْمَاعِيْلُ

Catatan:

1. Isim maqshur yang bukan kelompok muannats, maka tidak termasuk isim ghoirul munshorif.

Contoh: هُدًى – فَتًى

2. Semua nama orang yang diakhiri dengan ta marbuthoh maka dia ghoirul munshorif walaupun digunakan untuk nama orang laki-laki.

Contoh: مُعَاوِيَةُ – طَلْحَةُ

3. Nama negara dan kota dikategorikan sebagai nama perempuan sehingga temasuk kelompok ghoirul munshorif.

Contoh: بَغْدَادُ – مِصْرُ

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

google cell phone tracker

Print This Post Print This Post 49,600 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

31 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif”

  1. assalamu ‘alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH

    saya coba mencari keterangan lebih lanjut mengenai “Dhomir Mustatir”, tidak menemukannya, belum di bahas toch?

    jazakumu-lLahu khairan

    wa bi-lLahi-ttaufiq wa-lhidayah.

    wa-ssalamu ‘alaikum

    badar online
    Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Untuk dhomir mustatir sudah di singgung pada pertemuan 17, adapun rinciannya akan dibahas nanti, insya Allah.

  2. kalau qumshoon (jamaknya qomiish), apakah termasuk isim ghoirul munshorif?

    badar online
    Qumshoon adalah jamak taksir dari isim mufrod qomiish, kata qumshon bukan merupakan isim ghoirul munshorif, karena ia bukan sifat dan juga bukan nama orang walaupun secara wazan ia mengikuti wazan fu’laan, di akhiri dengan alif dan nun. Jadi kata qumshoon tetap di tanwin kalau tidak bergandeng dengan alif lam. Kita baca قُمْصَانٌ

  3. nama ismail dan ibrohim itu arobi , bukan azami ! tolong dicek ulang !

    badar online
    nama Ibrahim dan Ismail bukanlah nama arab asli, akan tetapi nama yang di bawa dari bani israil. Buktinya jelasnya, Allah ta’ala berfirman dalam al-Qur’an:
    وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ (QS. Al Baqarah: 125)
    Dalam ayat ini disebutkan nama ibrahim dan Ismail dalam keadaaan jar karena didahului huruf jar (silakan lihat pada pelajaran bahasa arab dasar 2 dan pelajaran di atas), harusnya kata Ibrahim dan Ismail diakhiri dengan kasrah, akan tetapi karena ia adalah nama ajam, nama yang termasuk isim ghoiru munshorif, maka ia tidak majrur dengan kasrah, akan tetapi majrur dengan fathah.
    InsyaAllah pada pelajaran selanjutnya akan dijelaskan tentang apa itu isim majrur, rincian huruf jar dan lainnya, jadi bagi pembaca yang “bingung”, ini wajar saja, karena pelajaran sampai saat ini belum sampai di situ.

  4. afwan yg Dasar 18 susah di download

    badar online
    File pada dasar 18 dengan yang lainnya sama saja, mungkin pada saat download file dasar 18 koneksinya sedang lambat. Kami baru saja mencoba dan alhamdulillah bisa di download dengan baik.

  5. kalau nama perempuan termasuk isim ghoirul munshorif bagaimana dengan هِنْدٌ(hindun).apa saya salah nulis ya?

    badar online
    Nama hindun keluar dari kaidah yang kami sebutkan di atas, untuk pelajaran dasar kami tidak menyebutkan kaidah lebih rinci karena malah akan mempersulit pembaca, pelajaran lebih rinci insya Allah akan kami berikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Ringkasnya, untuk nama perempuan, Hindun, boleh di tanwin dan juga boleh tidak di tanwin, karena katanya hanya terdiri dari tiga huruf, akan tetapi tidak di tanwin lebih baik. (lebih lengkapnya silakan lihat kitab Mutammimah al-Ajurumiyyah.)

  6. Dasar 18 kenapa tdak bisa di download “save as” ..? Syukron

    badar online
    kami sudah coba dan bisa akh, silakan coba lagi…

  7. assalamu’alaikum.
    ustadz boleh tanya lagi :
    1. dalam surat al haqoh 69 : 19-20 dan 25-26 ada -ha- disukun.
    2. dalam qur-an ada lafadz –min qoblu–; ada -’alaihu–; pada hal di depannya ada huruf jer
    .
    mohon penjelasan
    terima kasih, besok tanya lagi.

  8. assalaamu alaikum,
    Pak ustadz , kalau kata رَمَضَانَ juga termasuk ghoirul munshorif ?
    syukron

  9. #Sanusi
    wa’alaikumussalam
    Iya akhi, benar..

  10. Assalamu’alaikum,
    Di daerahku banyak yang menggunakan nama salsabila.Apakah ini termasuk isim ghairu munsharif?Bagaimana jika nama itu dijerkan dengan huruf jer “lam”?
    Jazaakumullah khoiron atas jawabannya

  11. Assalaamu alaikum,
    Dalam surat Al-Insan (Ad-dahr) QS.76:18, “salsabila” tertulis سَلْسَبِيْلاً ada tanwin nya, berarti bukan ghoirul munsharif. Betul tidak Pak ustadz .
    Wassalaamu alaikum.

  12. # sanusi
    wa’alaikumussalam
    Ahsanta ya akhi

    #nia
    wa’alaikumussalam
    Berarti kalau di jerkan dia majrur dengan kasrah.

  13. terima jasih buanget !!!!!!!!!!!!!!!!!!
    kita bisa belajar bahasa arab nich

  14. matur suwun !!!!!!!!!!

  15. apakah saya mempunyai kesempatan tuk belajar sedangkan umur saya 25?

  16. #waryadi
    Tentu saja akhi, usia 25 tahun masih sangat muda akhi, masih sangat bisa untuk belajar. Bahkan di tempat kami di yogya, dari para peserta yang mengikuti daurah bahasa arab banyak diantara mereka yang sudah berumur diatas 50 tahun, dan sebagian mereka juga bisa mengikuti, alhamdulillah.. Jadi tinggal bagaimana kesungguhannya akh.

  17. Assalamu’alaikum
    Sual ya syaikh:
    1. Kenapa tulisan “al-ismu an-nakirotu/al-ma’rifatu” susuannya na’at-man’ut, padahalkan an-nakiroh/al-ma’rifah bukan washf, melainkan mashdar?
    2. Kenapa dalam bahasa Arab tidak ada istilah khusus untuk isim yang di akhiri huruf waw dengan harokat huruf sebelumnya dhommah? Trus, kalo ada kalimat: akala bayu tahu (bayu makan tahu), apa tanda rofa/nashob/jar dari bayu dan tahu?
    Syukron atas jawabannya

  18. sya mau cari kata kata bahasa arb ada ngak ?

  19. sayab membutuhkan contoh2 percakapan sehari-hari, kalau bisa mohon untuk dikirimi

  20. Bagaimana dengan pola أَفْعَلُ contoh pada أَحْمَرُ،أَسْوَدُ، أَحْمَدُ dan juga yang berpola dengan مَفَاعِيْلُ pada مَنَادِيْلُ، قَنَادِيْلُ dan sebagainya adalah termasuk kategori اَلْمَمْنُوعُ مِنَ الصَّرْفِ kerana pola yang terdahulu kita pelajari adalah مَفَاعِلُ iaitu bagi isi مَسَاجِدُ، مَكَاتِبُ dan sebagainya…

  21. Assalamu alaikum ust,,, afwan,, ana mohon dijelaskan tentang isim adat/bilangan angka, bagaiman penggunaannya dalam kalimat, seperti adat mufrod, adat murokkad, dst,,,bagaimana i`rob isim sesudahnya ?

  22. Assalamu’alaikum ya ustadz. ana mau tanya, tadi disebutkan bahwa isim maqshur yang ghairu munsharif itu adalah yang berjenis muannats. Nah tahunya kita itu berjenis muannats dari mana? apa ada wazan2 khususnya? lalu kenapa Musa, juga tidak ditanwin? padahal dia isim maqshur mudzakkar? Bgtu pula dengan mushthafa…Ana butuh penjelasannya ya ustadz…jazakallahu khairan katsiran atas penjelasannya…

  23. Bismillah,
    ana mengharapkan adanya CD “bahasa Arab dari NOL” yang format tampilannya (flash) sesuai dengan ukuran layar NetBook (umumnya 10 inch), bahkan mungkin untuk i-PAD dan semacamnya ataupun HP layar sentuh. kalau yng sudah ada, dijalankan pada NetBook (laptop mini)hasilnya terpotong bagian bawahnya.

    jazakallohu khoir.

  24. ass.ww, saya minta penjelasan, apakah nama bulan-bulan hijriah itu seperti ‘ramadhan’ termasuk isim ghoiru munshorif? apakah penulisan ‘Ali ar-Ramadhani’ itu betul penulisan secara nahwunya, mohon jelaskan, trim.s

  25. ass…
    saya mau bertanya..
    apakah isim af’alul mukhrobah n’ isim al’huruf almushabihatu tdk termsuk isim yang di rafa’kan???
    mhon pnljsan ny…

  26. alhamdulilah, bisa mereview kembali pelajaran nahwu yang lama tak tersentuh

  27. Assalamu’alaikum…
    Terima kasih penjelasan onlinenya. Tapi ada ga ya bait alfiyahnya pada setiap penjelasan…?
    Agar lebih mendalam lagi memaknainya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Allah ridhoi program Akhiy. Amin.

  28. ka……ada kah pada doa iftitah….wamahyaya…..knpa ka hurup ya (dhomir muttasil ana nya itu hidup ?

  29. Apakah nama Yunus dan Yusuf termasuk a’jam? Lalu apakah boleh ditanwin?

    Kalau nama seperti Ahmad, Sholih dan Kholid itu boleh ditanwin? Kalau boleh alasannya apa?

  30. @Husein
    nama yunus dan yusuf adalah nama ‘ajam, jadi tidak di tanwin, nama sholih dan kholid adalah nama arab jadi di tanwin, nama ahmad adalah nama arab akan tetapi tidak di tanwin karena termasuk nama dengan wazan fi’il. Bisa dilihat pada pelajarannya

  31. @najib
    wamahyaaya itu dari kalimat
    محيا dan dhomir ي
    dan memang kalau disambung (susunan mudhah – mudhaf ilaihi) jadi seperti itu cara bacanya ومحياي