web 2.0

Penulisan dan Pembacaan Lafazh "Allahu Akbar"

Sebagian kaum muslimin, bahkan imam yang memimpin shalat memulai shalat dengan mengucapkan, aallahu akbar, yaitu dengan memanjangkan kata ‘a’ di awalnya… cara baca seperti itu adalah cara yang salah, bahkan menimbulkan makna kekafiran. Kalimat

اَللهُ أَكْبَرُ

Dengan lafazh, Allaahu Akbar (semua kata di baca satu harakat, kecuali lafazh lam kedua pada lafazh jalalah Allah dan inilah yang benar), memiliki makna bahwa Allah adalah yang maha besar, jika kalimat tersebut di ganti dengan memanjangkan ‘a’ di awal menjadi,

آللهُ أَكْبَرُ

Yang di dapat dari kalimat,

أَاَللهُ أَكْبَرُ

Kata ini, awalnya adalah “a Allaahu Akbar” kemudian cara bacanya adalah dengan memanjangkannya, diucapkan dengan “aa”.

Perubahan seperti ini merubah maknanya menjadi, “Apakah Allah yang maha besar?” !!

Perhatikanlah, betapa jauh maknanya berpaling…

Karena penambahan hamzah (a) di awal menunjukkan istifham (kata tanya), hal ini bisa menimbulkan makna kekafiran, karena bisa bermakna si pengucap tidak yakin akan kebesaran Allah ta’ala. Na’udzu billah, kita berlindung kepada Allah dari ucapan dan keyakinan seperti itu.

Maka betapa pentingnya bagi kaum muslimin untuk bisa mengerti bahasa arab, supaya tidak terjatuh dalam perkara-perkara seperti ini…

Print This Post Print This Post 18,878 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

15 Komentar Untuk “Penulisan dan Pembacaan Lafazh "Allahu Akbar"”

  1. Walhamdulillah
    Sebagai tambahan, mengenai contoh huruf tanya أ yang disambungkan dengan lafazh jalalah الله dapat dilihat pada surat An Naml: 59

    آللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ

  2. Assalamu alaikum,
    akh mau tanya
    bagaimana dgn lafadz seperti ini “Allaaa hu akbar”

    atau cukup begini “Allahu akbar” ?
    Jazakallah khair

  3. Wa’alaikumussalam

    Malah cara penulisan yang benar adalah seperti itu akh, Allaahu Akbar (lihat koreksian kami di atas), lam kedua pada lafazh Jalalah Allah di baca dua harakat.

    Akan tetapi membaca Lafazh tersebut dengan melebihi dua harakat, misalnya Allaaah atau lebih parah lagi Allaaaah, juga kita katakan kurang tepat, karena yang lebih tepat adalah dengan menggunakan dua harakat sebagaimana penulisannya dalam bahasa arab, اَللهُ

    Adapun penulisan Allahu Akbar tetapi dengan maksud membaca Allaahu Akbar, maka dibolehkan, yang penting ketika membacanya benar. Hal ini sebagaimana transliterasi bahasa indonesia sudah terlanjur menulis lafazh jalalah Allah dengan “Allah”, maka maksud dari penulisan tersebut di baca dengan Allaah, dengan dua harakat.

  4. bagus ini sangat penting. syukron

  5. yang bener allah apa alloh

  6. Benar semua akhi, secara pelafalan maka di tulis dengan Alloh, akan tetapi kata tersebut sudah diserap dalam bahasa indonesia di tulis dengan Allah, walaupun cara bacanya juga sama Alloh.

  7. subhanalllah
    Allahu Akbar!!

  8. Sampai2 hal ini saya masukkan dalam pelajaram di sekolah saya di kelas X semester I sebagai muqaddimah…
    Banyak contoh kata2 yang hanya berbeda bacaan madd dan qashr yang berakibat perubahan arti hingga bertolak belakang, tidak berarti sama sekali dan sebagainya…
    Sayang, siswa-siswi saya banyak berkomentar “lho kita kan lidahnya lidah Indonesia…” Begitu mereka lulus…lupa…
    اللهم اهدنا و ارحمنا

  9. kalau adzan gimana itu?
    seringnya Allaaaaaaaahu akbar
    Alaaaaahu akbar

  10. Subhanallah..mterima kasih dgn adanya web ini,banyak Ilmu tentang agama khususnya tentang bacaan / lafash dalam membaca dan mengartikan kalimat dalam tulisan arab/ baca Al-qoran
    Semoga web yg bertema tentang Ilmu Agama ini digalakan terus,Aminn

  11. @ R Eddy
    amin

  12. saya sangat senang dengan adanya web ini, membantu saya belajar bhs arab secara otodidak. Usul kami agar semua pelajaran bhs arab i ni dapat dibukukan atau di CD kan

  13. @djazuli
    alhamdulillah akh, bisa bermanfaat untuk kaum muslimin.
    ya sudah ada cdnya, bisa dilihat di web http://www.arabuna.com

  14. akh, sering terdengar muadzin melafazhkan Allaahu akbar, Allaaaaaaahu akbar.

    artinya menjadi apa ya?

    terimakasih, wassalamualaikum

  15. @ferryzar
    Jika yang dipanjangkan adalah lafazh الله , yaitu menjadi lebih dari dua harakat maka secara arti tidak ada perubahan,
    namun jika yang dipanjangkan lafazah أكبر yaitu dibaca : أكبار akbaar , maka artinya berubah – wal ‘iyaadzu billaah – menjadi : bentuk jama’ dari : كَبَرٌ (KABARun) yang artinya : gendang yang memiliki satu sisi untuk dipukul, (lihat : AlMu’jamul Wasith, hal : 808).
    Oleh karena itu hendaklah diperhatikan benar masalah ini, wallahu a’lam.

Tulis Komentar