web 2.0

Bahasa Arab Dasar 37: Amil-Amil Pada Fi’il

عَوَامِلُ الأَفْعَالِ
(Amil-amil pada Fi’il)

Amil Fi'il

1. Al-Adawatun Nashibah

1Z0-052

Al-Adawatun Nashibah adalah alat-alat yang digunakan untuk menashobkan fi’il.

Macam-macam alat penashob

a. أَنْ

Contoh:

أَنَا أُرِيْدُ أَنْ أذْهَبَ إِلَى الْمَسْجِدِ (Aku ingin pergi ke masjid)

b. لَنْ

Contoh:

لَنْ يَنْجَحَ الْكَسْلاَنُُ (Tidak akan sukses orang yang malas)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 36: Ciri-Ciri I’rob Fi’il

عَلاَمَاتُ إِعْرَابِ الأَفْعَالِ
(Ciri-Ciri I’robnya fi’il)

Alamat I'rob Fi'il

Catatan:

Asal I’rob dari suatu fi’il adalah marfu’. Fi’il ini menjadi berubah I’robnya manakala ada sesuatu yang menyebabkannya menjadi manshub ataupun majzum. Sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan I’rob dari suatu fi’il dikenal dengan nama ‘amil.

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 35: Fi’il Al-Af’alul Khomsah

3. Fi’il Al-Af’alul Khomsah

Fi’il al-af’alul khomsah adalah fi’il yang diakhiri dengan huruf ‘illat dan nun.

Perhatikan tabel tashrif fi’il mudhori’ berikut:

Tabel Af'alul Khomsah

Dari tashrif diatas, terlihat bahwa fi’il yang diakhiri dengan huruf ‘illat dan nun adalah:

  1. يَكْتُبَانِ
  2. يَكْتُبُوْنَ
  3. تَكْتُبَانِ
  4. تَكْتُبُوْنَ
  5. تَكْتُبِِيْنَ

Kelima fi’il ini dikenal dengan nama Al-Af’alul Khomsah (Fi’il-fi’il yang Lima)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 34: Pembagian Fi’il Mudhori’

أَقْسَامُ الْفِعْلِ الْمُضَارِعِ
(Pembagian Fi’il Mudhori’)

Fi'il Mu'rob

1. Fi’il Shohih Akhir

Fi’il shohih akhir adalah fi’il yang diakhiri dengan huruf-huruf shohih.

Contoh:

يَدْخُلُ (masuk)

يَخْرُجُ (keluar)

يَقْرَأُ (membaca)

2. Fi’il Mu’tal Akhir

Fi’il mu’tal akhir adalah fi’il yang diakhiri dengan huruf-huruf ‘illat.

Fi’il mu’tal akhir terbagi menjadi 3:

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 33: Fi’il Mabni

essays of elia

strong>2. Fi’il Mabni

Fi’il mabni adalah fi’il yang keadaan akhirnya selalu tetap dan tidak mengalami perubahan

Kelompok Fi’il Mabni

a. Fi’il Madhi

Contoh:

كَتَبَ مُحَمَّدٌ الرِّسَالَةَ (Muhammad telah menulis surat itu)

مَا كَتَبَ مُحَمَّدٌ الرِّسَالَةَ (Muhammad tidak menulis surat itu)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 32: Fi’il Mu’rob Dan Fi’il Mabni

الفِعْلُ المُعْرَبُ والفِعْلُ المَبْنِي
(Fi’il Mu’rob dan Fi’il Mabni)

1. Fi’il Mu’rob

Fi’il mu’rob adalah fi’il yang dapat berubah keadaan akhirnya karena adanya perbedaanletak dalam suatu kalimat
2V0-622PSE

Contoh:

يَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad mencatat pelajaran)

لَنْ يَكْتُبَ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad tidak akan mencatat pelajaran)

لَمْ يَكْتُبْ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad tidak mencatat pelajaran)

I'rob Fi'il

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 31: Pembagian Fi’il Di Tinjau Dari Objeknya

تَقْسِيْمُ الفِعْلِ بِالنَّظَرِ إِلَى مَعْمُوْلِهِ
(Pembagian Fi’il Ditinjau dari Objeknya)

Diagram Fi'il Lazim Muta'addi

1. Fi’il Lazim

Fi’il lazim adalah fi’il yang tidak membutuhkan adanya objek (kata kerja intransitif)

Contoh:

قَامَ زَيْدٌ (Zaid berdiri)

حَضَرَ مُحَمَّدٌ (Muhammad telah hadir)

جَلَسَ عَلِيٌّ (Ali duduk)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 30: Pembentukan Fi’il Majhul

بِنَاءُ الْمَجْهُوْلِ
(Pembentukan Fi’il Majhul)

Fi’il majhul dibentuk dari fi’il ma’lumnya.
CWNA-106

Cara Pembentukan Fi’il Majhul Dari Fi’il Ma’lum.

1. Fi’il Madhi

Dikasroh huruf sebelum terakhir dan di dhommah semua huruf yang berharokat sebelumnya.

Contoh:

ضَرَبَ –> ضُرِبَ

قَتَلَ –> قُتِلَ

تَعَلَّمَ –> تُعُلِّمَ

Selengkapnya… »

Kiat Sukses Belajar Bahasa Arab

Berikut ini sebagian kiat yang bisa dilakukan untuk mempercepat penguasaan kaidah bahasa Arab. Kami menuliskannya berdasarkan pengalaman kami sendiri mengajar bahasa Arab dan membaca kitab sejak beberapa tahun lamanya –walhamdulillah-:

  1. Hendaknya kita mengikhlaskan niat dalam belajar untuk menunaikan kewajiban kita kepada Allah dan membekali diri dengan ilmu agar bisa beramal saleh. Karena amal tidak akan diterima tanpa niat dan cara yang benar. Sementara niat dan cara yang benar tidak akan diperoleh kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu imam Bukhari rahimahullah membuat sebuah bab dalam Kitabul Ilmi di kitab sahih Bukhari yang berjudul ‘Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan’. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan (yang benar) selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu…” (QS. Muhammad: 19). Selain itu hendaknya kita berdoa kepada Allah untuk diberikan ilmu yang bermanfaat.
  2. Sebelum lebih jauh mempelajari kaidah bahasa Arab maka sudah semestinya kita mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan hukum-hukum tajwid agar tidak salah dalam membaca atau mengucapkan. Padahal, salah baca atau salah ucap akan menimbulkan perbedaan makna bahkan memutarbalikkan fakta. Suatu kata yang seharusnya berkedudukan sebagai pelaku berubah menjadi objek dan seterusnya. Tentu saja hal ini -membaca dengan benar serta mengikuti kaidah- tidak bisa disepelekan.
  3. Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 29: Pembagian Fi’il Ditinjau Dari Pelakunya

تَقْسِيْمُ الفِعْلِ بِالنَّظَرِ إِلَى فَاعِلِهِ
(Pembagian Fi’il Ditinjau dari Pelakunya)

Daiagram Fi'il Ma'lum Majhul

1. Fi’il Ma’lum

Fi’il ma’lum adalah fi’il yang disebutkan pelakunya (kata kerja aktif)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 28: Huruf Mudhoro’ah

حَرْفُ الْمُضَارَعَةِ
Huruf Mudhoro’ah

Harful mudhoro’ah adalah huruf yang menjadi ciri khas dari fi’il mudhori’.

Huruf mudhoro’ah ini berupa huruf  أ – ن – ي – ت di singkat أَنِيْتَ

Huruf Mudhoro'ah

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 27: Tashrif Lughowi Fi’il Amr

3. Tasrif lughowi untuk fi’il amr

Tashrif Lughowi Uktub

Contoh tashrif lughowi untuk fi’il اُنْصُرْ

Tashrif Lughowi Unshur

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 26: Tashrif Lughowi Fi’il Mudhori’

buy essays online

. Tashrif lughowi untuk fi’il mudhori’

Tashrif Lughowi Yaktubu

Selengkapnya… »

Software Perhitungan Zakat "Zakka 1.0"

Para pembaca yang di muliakan oleh Allah, Allah ta’ala telah mewajibkan zakat bagi seorang yang hartanya telah mencapai batas diwajibkannya zakat (nishab) selama satu tahun (haul), bagi seorang muslim yang hartanya berlebih mencapai nishabnya maka dia diwajibkan untuk menunaikan zakat atas hartanya tersebut. Zakat adalah perkara yang sangat penting, perkara yang bisa menjadi salah satu solusi krisis yang menimpa kaum muslimin di zaman ini. Seandainya kaum muslimin yang berkewajiban menunaikan zakat menunaikannya dengan benar pada tempat-tempat yang tepat, maka niscaya kemiskinan-kemiskinan yang menimpa negeri-negeri islam akan bisa teratasi.

Diantara sebab kaum muslimin “enggan” untuk menunaikan zakatnya adalah ketidaktahuan mereka akan kewajiban dan pentingnya zakat, selain itu karena ketidaktahuan apakah harta saya sudah masuk nishab atau belum?…

Atas dasar itulah kami berusaha memberikan andil dalam memudahkan kaum muslimin dengan menyediakan software perhitungan zakat. Software ini merupakan dasar awal yang bisa di jadikan acuan dasar bagi perhitungan zakat anda. Fitur pada software ini masih membutuhkan pembenahan di sana sini, akan tetapi yang awal ini semoga bisa menjadi langkah untuk penyempurnaan ke arah yang lebih baik.

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 25: Tashrif Lughowi Fi’il Madhi

اَلتَّصْرِيْفُ اللُّغَوِيُّ

Tashrif Lughowi

Tashrif lughowi adalah perubahan fi’il bersama dengan dhomirnya

1. Tashrif lughowi untuk fi’il madhi

Tashrif Lughowi Fi'il Mudhori Kataba

Selengkapnya… »

Previous Entries Next Entries