I’rob atau mengi’rob suatu hal yang langka hari ini. Padahal ia adalah rutinitas para sahabat radhiyallahum ajma’in. Mereka memiliki rumus, tiada hari tanpa qira’atul Qur’an dan tiada hari tanpa meng’irob Al-Qur’an.
Perhatian mereka pada I’rob Al-Qur’an sangatlah dalam, lalu apakah ada ajarannya sehingga para sahabat mementingkan I’rob sedemikian rupa dan kenapa kita jarang bahkan mungkin belum pernah mendengar kebiasaan I’rob para sahabat ini ataupun perintah dan anjuran dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebelum kita mulai telaah mini tentang fadhilah I’rob Al-Qur’an baiknya kita tinjau dahulu apa arti I’rob:
I’rob Menurut Ulama Nahwu
Menurut para ulama nahwu, I’rob adalah, perubahan akhir kalimat disebabkan karena jabatan kata dalam kalimat (‘amil), baik ‘amilnya itu jelas atau samar. (Syudurul Dzihab, karya Ibnu Hisyam 33 dan At-Tuhfatu As-Saniyyah Bisyarhi Al-Muqadimah Al-Jurumiyah, 16. Dinukil dari Fadhlu I’robul Qur’an Al-Karim Fi Sunnah An-Nabawiyah, karya DR. Ahmad bin Abdullah Al-Batali 8)






