3. Fi’il Amr

اُكْتُبْ: Fa’ilnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya أَنْتَ
اُكْتُبَا: Fa’ilnya adalah alif
اُكْتُبُوْا: Fa’ilnya adalah wawu
3. Fi’il Amr

اُكْتُبْ: Fa’ilnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya أَنْتَ
اُكْتُبَا: Fa’ilnya adalah alif
اُكْتُبُوْا: Fa’ilnya adalah wawu
2. Fi’il Mudhori’

يَكْتُبُ: Fa’ilnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya هُوَ
يَكْتُبَانِ: Fa’ilnya adalah alif
يَكْتُبُوْنَ: Fa’ilnya adalah wawu
تَكْتُبُ: Fa’ilnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya هِيَ
تَكْتُبَانِ: Fa’ilnya adalah alif
Mengenal Fa’il Yang Berbentuk Dhomir
1. Fi’il Madhi

كَتَبَ: Fa’ilnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya هُوَ
كَتَبَا: Fa’ilnya adalah alif
كَتَبُوا: Fa’ilnya adalah wawu
كتَبَتْ: Fa’ilnya adalah dhomir mustatir yang taqdirnya هِيَ
كَتَبَتَا: Fa’ilnya adalah alif
كَتَبْنَ: Fa’ilnya adalah nun
أَنْوَاعُ الْفَاعِل
(Macam-Macam Fa’il)

1. Fa’il yang berupa isim mu’rob
نَجَحَ الْمُجْتَهِدُ فِي الاِمْتِحَانِ
2. Fa’il yang berupa isim mabni
Catatan Fa’il:
1. Fa’il tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya.
Contoh:
رَجَعَ مِن الْجَامِعَةِ الطَّالِبُ (Mahasiswa itu telah pulang dari kampus)
ضَرَبَ الْكَلْبَ عَلِيٌّ (Ali memukul anjing)
2. Apabila fa’il tidak terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya, maka untuk fa’il yang muannats, fi’ilnya boleh berbentuk mufrod muannats atau mufrod mudzakkar.
Sebagian kaum muslimin, bahkan imam yang memimpin shalat memulai shalat dengan mengucapkan, aallahu akbar, yaitu dengan memanjangkan kata ‘a’ di awalnya… cara baca seperti itu adalah cara yang salah, bahkan menimbulkan makna kekafiran. Kalimat
Dengan lafazh, Allaahu Akbar (semua kata di baca satu harakat, kecuali lafazh lam kedua pada lafazh jalalah Allah dan inilah yang benar), memiliki makna bahwa Allah adalah yang maha besar, jika kalimat tersebut di ganti dengan memanjangkan ‘a’ di awal menjadi,
Yang di dapat dari kalimat,
حَرْفَا الْاِسْتِفْهَامِ
Dua Huruf Istifham
Kata tanya dalam bahasa arab ada dua, yang pertama dalam bentuk isim dan yang kedua dalam bentuk huruf.
Kata tanya dalam bentuk isim adalah kata tanya dengan menggunakan isim sebagai kata tanyanya, isim-isim ini juga dinamakan dengan isim istifham. Rincian pelajaran ini bisa dilihat pada pelajaran isim-isim mabni.
Adapun kata tanya dalam bentuk huruf ada dua macam, yaitu dengan menggunakan huruf hamzah ( أَ ) dan huruf hal ( ْهَل )
الْفَاعِلُ
(Fa’il)
Fa’il adalah isim marfu’ yang terletak setelah fi’il ma’lum untuk menunjukkan pelaku dari suatu pekerjaan.
Contoh:
ضَرَبَ عَلِيٌّ الْكَلْبَ (Ali telah memukul anjing)
يَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ? (Muhammad sedang menulis pelajaran)
Ketentuan-Ketentuan Fa’il:
1. Fa’il adalah isim yang marfu’
Contoh:
نَصَرَ زَيْدٌ مُحَمَّدًا (Zaid menolong Muhammad)
زَيْدٌ adalah sebagai fa’ilnya karena dia merupakan isim yang marfu’
مُحَمَّدًا bukan sebagai fa’il karena dia manshub
ذَهَبَ الرَّجُلُ إِلَى السُّوْقِ (Laki-laki itu pergi ke pasar)
الرَّجُلُ adalah sebagai fai’ilnya karena dia merupakan isim yang marfu’
السُّوْقِ bukan sebagai fa’il karena dia majrur
مَرْفُوْعَاتُ الأَسْمَاءِ
(Keadaan Dirofa’kannya Isim-Isim)
Kelompok Marfu’atul Asma ‘
1. الفَاعِلُ
3. الْمُبْتَدَأُ?
4. الْخَبَرُ
5. اِسْمُ كَانَ
6. خَبَرُ إِنَّ
Bahasa arab adalah bahasa yang luar biasa, bahasa yang memiliki kosakata yang sangat banyak, satu huruf dalam satu kalimat saja, apabila dihilangkan atau di tambahkan akan menimbulkan perubahan arti yang sangat jauh berbeda, cara pembacaan harakat yang salah maka akan menimbulkan makna yang jauh berbeda.
Di antara kesalahan yang terjadi pada sebagian kaum muslimin adalah ketika membaca salah satu surat dalam al-Qur’an yaitu surat al-kafirun, di antara ayatnya adalah:
“Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.” (QS. Al-Kafirun: 2)
Keberhasilan tentunya di barengi usaha yang keras dari pelakunya, sebagaimana keberhasilan tertinggi, surga, tidak didapatkan dengan hanya bersantai-santai, berleha-leha, akan tetapi surga didapatkan dari amal shalih yang dilakukan oleh seorang manusia,
NS0-505
Pembaca yang dimuliakan oleh Allah, perhatikan susunan bahasa dalam syair arab ini,
تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا فَإِنَّ السَّفِيْنَةَ لَمْ تَجْرِ عَلَى الْيَبَسِ
Semoga mendapat faedah…
303-200
Selengkapnya… »
Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, untuk dapat menguasai bahasa arab tentunya di perlukan kerja keras dan latihan penguasaan bahasa. Di antara cara yang efektif untuk pembiasaan bahasa arab adalah dengan sering menyimak kajian-kajian dan pembahasan yang berkaitan dengan bahasa arab.
Perkataan yang paling mulia adalah Firman Allah subhanahu wa ta’ala dan sabda Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, berikut ini kami bawakan hadits dari Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam tulisan arab gundul (belum berharakat), silakan simak tulisan tersebut dan perhatikan cara bacanya dari sound suara yang kami sertakan….
Maksud pelajaran kali ini, bukanlah agar pembaca langsung membaca tulisan arab gundul, karena pelajaran kita sampai saat ini belum sampai situ, akan tetapi maksudnya adalah pembiasaan mengenal dan meyimak bacaan dari tulisan arab, mengapa kata ini di baca demikian, kata yang satu ini di baca demikian dan seterusnya….
أَنْوَاعُ اللاَّمِ
(Macam-macam lam)
Macam-macam Lam:
Contoh:
هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنٍ (Buku ini milik seorang mu’min)
هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنَيْنِ (Buku ini milik dua orang mu’min)
هَذَا الْكِتَابُ لِمُؤْمِنِيْنَ (Buku ini milik orang-orang mu’min)
2. لاَمُ كَيْ
Contoh:
خُلِقْتَ لِتَعْبُدَ اللهَ (Kamu diciptakan agar kamu menyembah Allah)
خُلِقْتُمَا لِتَعْبُدَا اللهَ (Kalian berdua diciptakan agar kalian berdua menyembah Allah)
خُلِقْتُمْ لِتَعْبُدُوْا اللهَ (Kalian semua diciptakan agar kalian semua menyembah Allah)
أَنْوَاعُ لاَ
(Macam-macam لاَ)

1. Laa Nahiyah
Laa nahiyah adalah huruf لاَ yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah)
Ciri dari laa nahiyah adalah menjazmkan fi’il mudhori’.
Contoh:
لاَ تَمْزَحْ (Janganlah kamu begurau!)
لاَ تَدْخُلاَ (Janganlah kalian berdua masuk!)
لاَ تَلْعَبُوْا (Janganlah kalian semua bermain!)
2. Al-Adawatul Jazimah
Al-Adawatul Jazimah adalah alat-alat yang digunakan untuk menjazmkan fi’il
Macam-macam alat penjazm:
a. Alat penjazem yang menjazemkan satu fi’il
Kelompok penjazm satu fi’il
1. لَمْ
Contoh:
لَمْ يَحْضُرْ زَيْدٌ فِى التَعْلِيْم (Zaid tidak hadir dalam kajian)
Mulai Pelajaran Dari Awal?
Klik Link Berikut:
Daftar Isi Pelajaran Nahwu Dasar
Daftar Latihan Nahwu Dasar
Untuk penampilan browser yang lebih baik, hendaknya pengujung sekalian mengikuti panduan pada Link Berikut:
Panduan Situs
Ingin Lihat Arsip Lengkap?
Klik Link Berikut:
Arsip