Blog

  • Bahasa Arab Dasar 13: Isim Mudzakkar dan Muannats

    p class=”arab1″>تَقْسِيْمُ الاِسْمِ بِالنَّظَرِ إِلَى نَوْعِهِ

    (Pembagian Isim ditinjau dari segi jenisnya)

    1. Isim Mudzakkar adalah isim yang menunjukkan jenis laki-laki

    a. Isim Mudzakkar Haqiqi

    Isim yang berasal dari kelompok makluk hidup yang berjenis kelamin laki-laki.

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 12: Ketentuan Jamak

    Ketentuan  isim agar dapat dibentuk menjadi jamak mudzakkar salim:

    1. Nama orang

    Contoh:

    مُحَمَّدُوْنَ/مُحَمَّدِيْنَ

    <=

    مُحَمَّدٌ

    زَيْدُوْنَ/زَيْدِيْن

    <=

    زَيْدٌ

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 11: Isim Jamak

    3. Isim Jamak adalah Isim yang jumlah bilangannya lebih dari dua

    Isim Jamak tebagi menjadi 3:

    – Jamak Mudzakkar Salim

    – Jamak Muannats Salim

    – Jamak Taksir

    A. Jamak Mudzakkar Salim

    Jamak yang dibentuk dari isim mufrodnya yang digunakan untuk menunjukkan jenis laki-laki.

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 10: Isim Mufrod Dan Mutsanna

    أَقْسَامُ الاِسْم

    تَقْسِيْمُ الاِسْمِ بِالنَّظَرِ إِلَى عَدَدِه

    (Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Jumlah Bilangannya)

    Pembagian Isim Berdasar Bilangan

    1. Isim Mufrod adalah Isim yang jumlah bilangannya satu

    Contoh:

    (Seorang mukmin)

    مُؤْْمِنٌ

    (Seorang kafir)

    كَافِرٌ

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah

    شِبْهُ الْجُمْلَةِ

    Syibhul jumlah adalah rangkaian kata yang mirip dengan jumlah

    Syibhul Jumlah

    Zhorof adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu atau tempat

    Contoh:

    أمَامَ, وَرَاءَ – ظَرْفُ الْمَكَانِ

    بَعْدَ , قَبْلَ – ظَرْفُ الزَّمَانِ

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 8: Jumlah Mufidah

    الجُمْلَةُ المُفِيْدَةُ  / اَلْكَلاَمُ

    Jumlah mufidah adalah susunan kata yang dapat memberikan faedah yang sempurna.

    Contoh:

    عَلِيٌّ مَِرْيضٌ

    رَجَعَ عَلِيٌّ

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 7: Idhofah

    اَلإِضَافَةُ

    Idhofah adalah bentuk penyandaran antara satu kata dengan kata yang lain.

    Contoh:

    رَسُوْلُ اللهِ

    رَسُوْلُ – مُضَافٌ

    اللهِ – مُضَافٌإِلَيْهِ

    عَذَابُ الْقَبْرِ

    عَذَابُ – مُضَافٌ

    الْقَبْرِ – مُضَافٌإِلَيْهِ

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 6: Catatan Beda Isim Fi’il

    strong>Catatan Perbedaan Isim dan Fi’il:

    1. Huruf tidak ada ciri khusus. Untuk mengetahuinya harus dihafal.
    2. Suatu kata sudah cukup dikatakan sebagai isim atau fi’il apabila telah menerima salah satu dari tanda di atas.
    3. Pada ciri isim, antara tanda “tanwin” dan “alif lam” tidak akan pernah bertemu.

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 5: Ciri-Ciri Fi’il

    Ciri-ciri Fi’il:

    عَلاَمَاتُ الْفِعْلِ

    قَدْ

    مِثْلُ :{ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ} البقرة:60

    (اَلسِِّيْنُ (سَـ

    مِثْلُ : { سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا} الطلاق:7

    سَوْفَ

    مِثْلُ : {كَلاَّ سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ} التكاثر:4

    تَاءُ التَأْنِيْث ِالسَاكِنَةُ

    مِثْلُ : {قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَـنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا} مريم : 18

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 4: Beda Isim Fi’il

    الْفَرْقُ بَيْنَ الاِسْمِ وَ الْفِعْلِ

    (Perbedaan antara Isim dan Fi’il)

    Ciri-ciri Isim:

    عَلاَمَاتُ الاِسْم

    التََّنْوِيْن

    مِثْلُ :{ فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ} البقرة:22

    الخَفْض

    مِثْلُ : {بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ} الفاتحة:1

    الْأََلِفُ وَاللاَّم

    مِثْلُ :{ ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ِفيهِ} البقرة:2

    حَرْفُ الجَرِِّ

    مِثْلُ :{ وَلاَ تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ} البقرة:42

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 3: Kalimah

    الْكَلِمَةُ
    Al-Kalimah

    Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.

    Diagram Kalimah

    A. Isim

    Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut  tidak terikat dengan waktu.

    Contoh:

    كِتَابٌ ـ بَيْتٌ ـ دِيْنٌ ـ بَابٌ ـ أسْتَاذٌ ـ شَجَرَةٌ

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf)

    اَلْحَرْفُ

    Diagram Huruf

    A. Huruf  Mabany (Huruf Hijaiyah)

    Huruf yang digunakan untuk menyusun suatu kata

    Huruf mabany terbagi menjadi 2:

    (more…)

  • Bahasa Arab Dasar 1: Nahwu Shorof

    diagram nahwu shorof

    Nahwu adalah ilmu untuk mengetahui hukum akhir dari suatu kata.

    Contoh:

    جَاءَ رَجُلٌ ـ رَأَيْتُ رَجُلاً ـ مَرَرْتُ بِرَجُلٍ

    Shorof adalah ilmu tentang perubahan suatu kata.

    (more…)

  • Pendahuluan

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا إِنْ تَِمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي

    “Aku meninggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara tersebut adalah kitabullah (al-Qur’an) dan sunnahku (al-Hadits).”

    Allah ta’ala berfirman,

    الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ – إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    “Alif, Laam, Raa. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya.”

    (more…)

  • Keutamaan Bahasa Arab

    Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala:

    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.”

    Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).

    (more…)