اَلإِضَافَةُ
Idhofah adalah bentuk penyandaran antara satu kata dengan kata yang lain.
Contoh:
رَسُوْلُ اللهِ
رَسُوْلُ – مُضَافٌ
اللهِ - مُضَافٌإِلَيْهِ
عَذَابُ الْقَبْرِ
عَذَابُ - مُضَافٌ
الْقَبْرِ - مُضَافٌإِلَيْهِ
Ketentuan Umum:
- Mudhof tidak boleh ditanwin
- Mudhof ilaih biasanya berharokat akhir kasroh
- Mudhof dan mudhof ilaih kedua-duanya merupakan isim
Dengarkan Kajian:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Print This Post
33,687 views













7th December 2008 pada waktu 8:14 am
Asalamu’alaikum warahmatullah
Mau tanya, apakah mudhaf ilaih selalu pakai alim lam ?
wassalamu’alaikum warahmatullah
4th January 2009 pada waktu 6:40 am
Syukron katsiron…. Banyak sekali manfaatnya. Saya sangat terbantu sekali.
25th February 2009 pada waktu 3:01 am
asalamualaikum,saya cuma mau tanya mengapa pembahasan idhofah sangat dan apakah bisa di jabarkan lebih jelas lagi?
25th February 2009 pada waktu 3:11 am
untuk pembahasan dasar ini kami memang sengaja tidak menampilkan secara rinci dan detail, karena tujuan utamanya adalah mengenalkan bahasa arab dengan metode yang mudah dan ringkas dahulu. Pada pelajaran bahasa arab tingkat berikutnya insyaAllah kami akan menampilkan pelajaran lebih detail. semoga Allah memudahkan pelaksanaannya…
13th May 2009 pada waktu 10:04 pm
asalamualaikum,ana nak tanya jazm itu apa maksudnya
14th May 2009 pada waktu 5:35 am
#Rahimi
Istilah jazm sulit untuk di ungkapkan dengan pengertian, pada pelajaran berikutnya akan bisa dipahami istilah tersebut, insyaAllah.
Silakan mulai pelajaran dari awal dan janganlah melangkah ke pelajaran berikutnya sebelum benar-benar memahami.
12th June 2009 pada waktu 11:45 pm
Assalaamu alaikum,
Pak Ustadz sewaktu kecil saya diajari niat puasa ramadhan sbb:
نَوَيْتُ صَوْم غَدٍ….. فَرْضُ شَهْرٍ رَمَضَانَ
Pertanyaan saya :1) apakah kata غَدٍ adalah mudhof ilaih dari صَوْمَ
2) apakah kata شَهْرٍ adalah mudhof ilaih dari فَرْضُsedangkan رَمَضَانَ adalah mudhof ilaih dari شَهْرٍ. harakat رَمَضَانَ fathah karena ghoirul munshorif
mohon penjelasan.
Syukrolillah
13th June 2009 pada waktu 6:23 am
wa’alaikumussalam
1. benar akh
2. Benar akhi, dalam beberapa majelis kami dapatkan sebagiannya malah mengatakan “shaumi ramadhani” dengan mengkasrah nun, padahal seharusnya kan fathah karena kata “ramadhan” adalah isim ghairul munsharif.
Akan tetapi niat tersebut tidak usah dilafazkan akhi, karena tempatnya niat itu ada dalam hati, silakan simak artikel-artikel yang membahas hal tersebut di http://muslim.or.id
Semoga bermanfaat…
9th July 2009 pada waktu 9:25 pm
Subhanallah….
24th July 2009 pada waktu 5:29 pm
wah bagus bgt nich ad badar online! saya sng terbantu trima kasih ya………!akhi
30th July 2009 pada waktu 5:29 am
assalamualikum
saya baru tadi malem berdoa sama Allah supaya cepat bisa bahasa Arab
paginya saya dapat sms dari salah satu operator seluler yang menawarkan aplikasi kamus bahasa Arab, dan malamnya saya browsing di google untuk mencari kamus bahasa Arab dan saya bagai mendapat durian runtuh ketika melihat ada situs yang menawarkan belajar bahasa Arab online dari nol, dan ada mp3nya segala
saya merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada saya, karena saya sudah belajar bahasa Arab selama hampir 2 tahun di kampus dan tidak mendapat apa2.
semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayahnya kepada siapa saja yang berperan dalam mewujudkan situs ini.
oh ya saya mau bertanya, kalo mudhof tidak boleh di tanwin, lalu apakah mudhof ilaih dapat di tanwin?
terimakasih banyak
wassalamualaikum
30th July 2009 pada waktu 8:19 am
#Ultras Milano
Wa’alaikumussalam
Ahlan akhi, amin atas doanya..
Adapun pertanyaannya, untuk mudhof ilaihi, dia dapat ditanwin.
26th January 2010 pada waktu 5:12 pm
assalamualakum tad apa keuntungan kita mempelajari ilmu dahwu??? syukron tad….
26th January 2010 pada waktu 10:03 pm
#yusuf stev
Mempelajari nahwu adalah mempelajari bahasa arab akhi, keuntungannya adalah sebagaimana keuntungannya mengerti bahasa arab, silakan lihat artikel-artikel sebelumnya, barakAllahu fikum.
25th July 2010 pada waktu 10:06 am
bagaimana bila kaidah idhofah digunakan dalam menamai seseorang, benda, atau judul bacaan ?
misal :
qomar + addin = qomaruddin
assyamsi + albahr = syamsul bahri
abdan + almuthallib = abdul muthallib
bagaimana bila hurup akhir dimatikan ?
terimakasih ustadz
26th November 2010 pada waktu 3:57 pm
afwan akh, mungkin blm ada yg koreksi tertulis مضافإليه sepertinya
setelah huruf ف blm sempat du spasi, seharusnya مضاف إليه syukron
4th February 2011 pada waktu 9:17 am
pa Ustad, mau tanya, tapi ini soal ilmu tajwid.Bolehkan!
Pertanyaannya adalah apakah namanya harakat yang berdiri (fathah,kasrah)? sebagian orang menyebutnya itu adalah mad badal, tapi yg lain menyebutnya mad thobi’i. yang benar itu apa.
terima kasih
wass tisna
6th December 2011 pada waktu 1:40 pm
tuliskan makalah idhofah
10th December 2011 pada waktu 11:52 am
@ ultras milano
Ya, Akhi. Mudhof ilaihi boleh ditanwin.