web 2.0

Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa'il

Catatan Na’ibul Fa’il:

1. Ketentuan na’ibul fa’il mirip dengan ketentuan yang ada pada fa’il.

2. Naibul fa’il tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya.

Contoh:

يُقْبَضُ فِى الطَّرِيْقِ السَّارِقُ (Pencuri itu ditangkap di jalan)

3. Apabila na’ibul fa’il tidak terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya, maka untuk na’ibul fa’il yang muannats, fi’ilnya boleh mufrod muannats atau mufrod mudzakkar.

Contoh:

نُصِرَتْ فِى الْفَصْلِ مَرْيَمُ (Maryam ditolong di dalam kelas)

atau

نُصِرَ فِى الْفَصْلِ مَرْيَمُ (Maryam ditolong didalam kelas)

4. Apabila na’ibul fa’ilnya berupa jamak taksir, maka fi’ilnya boleh berbentuk mufrod mudzakkar atau mufrod muannats.

Contoh:

سُئِلَ الْأَسَاتِيْذُ (Para ustadz ditanya)

Atau

سُئِلَتْ الْأَسَاتِيْذُ (Para ustadz ditanya)

5. Terkadang, na’ibul fa’il berupa isim mabni

Contoh:

قُبِضَ الَّذِى سَرَقَ الْفُلُوْسَ (Telah ditangkap orang yang mencuri uang)

يُفْتَحُ هَذَا الْبَابُ (Pintu ini dibuka)

قُتِلَ الْكَافِرُ (Orang kafir itu dibunuh)

تُنْكَحُ (Orang itu dinikahi)

ضُرِبُوْا (Mereka dipukul)

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Print This Post Print This Post 25,453 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

11 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa'il”

  1. Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Saya ingin menanyakan tentang tanda rofa’nya naibul fail pd contoh sbb :
    قُبِضَ الَّذِى سَرَقَ الْفُلُوْسَ
    Demikian pula i’rabnya kalimat الْفُلُوْسَ
    apakah i’rabnya tidak sebagai jar, dikarenakan menempati posisi mudlof ilaih.
    Sukron katsiro,
    Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

  2. Naibul fai’il pada kalimat tersebut adalah isim mabni alladzi. Jadi i’robnya adalah mabni fi mahalli raf’in. InsyaAllah akan datang penjelasannya pada pertemuan mendatang…
    Kata Al-Fulus pada kalimat di atas i’rabnya sebagai maf’ul bih akhi, bukan sebagai mudhof ilaihi.

  3. Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    apa maksud fi’il & fail

  4. Pelajaran ini telah dibahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, silakan ulangi kembali dan dipahami.

    Untuk memulai pelajaran silakan lihat link index berikut:

    http://badaronline.com/daftar-isi

  5. ass ikhwan akhawat, bagaimanapun.. banyak manfaat yang saya dan kita petik dari “Badar”…
    syukran..

  6. Ustadz mo tny juz 1 ayat 187 baris pertama, mana yang naibul fa’il “lakum” atau “arrofatsu”, Makasih

  7. @Sarif Hidayat
    Yang naibul fa’il “arrofatsu” akhi

  8. ijin copas, ustadz.jazzakallah khairan.

  9. […] Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa’il […]

  10. […] Mahmud 13th April 2009 pada waktu 8:23 pm […]

  11. Afwan ustadz yg nomor 1 sudah faham in sya Allah.

Tulis Komentar