Catatan Na’ibul Fa’il:
1. Ketentuan na’ibul fa’il mirip dengan ketentuan yang ada pada fa’il.
2. Naibul fa’il tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya.
Contoh:
يُقْبَضُ فِى الطَّرِيْقِ السَّارِقُ (Pencuri itu ditangkap di jalan)
3. Apabila na’ibul fa’il tidak terletak secara langsung dibelakang fi’ilnya, maka untuk na’ibul fa’il yang muannats, fi’ilnya boleh mufrod muannats atau mufrod mudzakkar.
Contoh:
نُصِرَتْ فِى الْفَصْلِ مَرْيَمُ (Maryam ditolong di dalam kelas)
atau
نُصِرَ فِى الْفَصْلِ مَرْيَمُ (Maryam ditolong didalam kelas)
4. Apabila na’ibul fa’ilnya berupa jamak taksir, maka fi’ilnya boleh berbentuk mufrod mudzakkar atau mufrod muannats.
Contoh:
سُئِلَ الْأَسَاتِيْذُ (Para ustadz ditanya)
Atau
سُئِلَتْ الْأَسَاتِيْذُ (Para ustadz ditanya)
5. Terkadang, na’ibul fa’il berupa isim mabni
Contoh:
قُبِضَ الَّذِى سَرَقَ الْفُلُوْسَ (Telah ditangkap orang yang mencuri uang)
يُفْتَحُ هَذَا الْبَابُ (Pintu ini dibuka)
قُتِلَ الْكَافِرُ (Orang kafir itu dibunuh)
تُنْكَحُ (Orang itu dinikahi)
ضُرِبُوْا (Mereka dipukul)
Dengarkan Kajian:
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Print This Post
17,208 views













13th April 2009 pada waktu 8:23 pm
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Saya ingin menanyakan tentang tanda rofa’nya naibul fail pd contoh sbb :
قُبِضَ الَّذِى سَرَقَ الْفُلُوْسَ
Demikian pula i’rabnya kalimat الْفُلُوْسَ
apakah i’rabnya tidak sebagai jar, dikarenakan menempati posisi mudlof ilaih.
Sukron katsiro,
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
14th April 2009 pada waktu 9:22 pm
Naibul fai’il pada kalimat tersebut adalah isim mabni alladzi. Jadi i’robnya adalah mabni fi mahalli raf’in. InsyaAllah akan datang penjelasannya pada pertemuan mendatang…
Kata Al-Fulus pada kalimat di atas i’rabnya sebagai maf’ul bih akhi, bukan sebagai mudhof ilaihi.
13th May 2009 pada waktu 11:59 pm
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
apa maksud fi’il & fail
14th May 2009 pada waktu 5:37 am
Pelajaran ini telah dibahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, silakan ulangi kembali dan dipahami.
Untuk memulai pelajaran silakan lihat link index berikut:
http://badaronline.com/daftar-isi
22nd January 2010 pada waktu 8:04 pm
ass ikhwan akhawat, bagaimanapun.. banyak manfaat yang saya dan kita petik dari “Badar”…
syukran..
14th May 2010 pada waktu 9:22 am
Ustadz mo tny juz 1 ayat 187 baris pertama, mana yang naibul fa’il “lakum” atau “arrofatsu”, Makasih
26th May 2010 pada waktu 11:00 pm
@Sarif Hidayat
Yang naibul fa’il “arrofatsu” akhi
4th October 2011 pada waktu 9:33 pm
ijin copas, ustadz.jazzakallah khairan.
7th May 2012 pada waktu 5:31 pm
[...] Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa’il [...]