web 2.0

Rahasia huruf "Lam" dan "’Ala" dalam Doa Pernikahan

Pembaca mulia, sebagai seorang muslim, kita tentu sering mendengar ?bahkan sejak kita kecil- bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang paling jelas dan paling indah sehingga dipilih sebagai bahasa Al-Qur?an, bahasa umat Islam.

Namun, barangkali kebanyakan di antara kita sering timbul pertanyaan, “Di mana letak keindahan bahasa Arab?” atau “saya membaca terjemahan Al-Qur?an kok biasa-biasa saja, tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia lagi atau jika disesuaikan, malah kaku jadinya” atau pertanyaan-pertanyaan semisal.

Pembaca mulia, apakah kita pernah mempelajari bahasa Arab? Jika jawabannya “Belum”, sangat wajar apabila pertanyaan-pertanyaan di atas dapat muncul. Sesungguhnya siapa pun yang tidak menguasai bahasa Arab, tidak akan bisa mengetahui, di mana letak keindahannya.

Nah, untuk mengungkap seluruh keindahan bahasa Arab, tentunya tidak akan cukup dalam satu artikel. Dalam kesempatan ini, penulis akan coba ketengahkan salah satu rahasia bahasa Arab dalam hal preposisi (kata depan) semata. Ya, sebatas preposisi pun mempunyai makna yang dalam.

Alasan ditulisnya artikel ini adalah ketika beberapa waktu yang lalu, penulis mendapat undangan pernikahan dari salah seorang ikhwan. Dalam undangan tersebut, tertera doa walimah

??????? ????? ???? ????????? ???????? ???????? ??????????? ??? ??????

/baarakallahu lak, wa baaraka ‘alaik, wa jama?a bainakuma fii khair/ (Lihat kitab ???????? ??? ???????? /al-mustadral ‘ala shahihain/, karya ???? ?? ??????? ??? ??????? ?????? ?????????? /Muhammad bin Abdillah Abu ‘Abdillah Al-Hakim An-Naisaburi/, cet. I Beirut, tahun 1411 H / 1990 M : Darul Kutub Al-Ilmiyyah, tahqiq: Musthafa Abdul Qadir Atha, juz II, hal. 199, hadits nomor: 2745. Kitab ini dicetak bersama kitab ??????? ?????? ?? ??????? /ta?liqat Adz-Dzahabi fi At-Talkhiis/.)

Doa di atas, sering diterjemahkan: “Semoga Allah memberi berkah padamu, dan semoga Allah memberi berkah atasmu, dan semoga Ia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.”

Sekilas, terjemahan di atas sudah tampak benar. Akan tetapi, terjemahan tersebut belumlah mewakili makna yang terkandung dalam doa walimah tersebut.

Setelah melihat undangan tersebut, penulis menjadi teringat penjelasan Al-Ustadz Al-Fadhil Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif tentang perbedaan preposisi ????? dan ??? dalam doa walimah secara khusus, dan dalam penggunaan bahasa Arab secara umum. Hal ini beliau sampaikan ketika beliau memberi materi dalam daurah bahasa Arab kelas takhossus Angkatan XI pertengahan tahun 2006 di Ma?had Al-Furqon Gresik. Beliau juga memberikan faidah tambahan setelah menjelaskan makna doa walimah tersebut, yang insya Allah akan penulis tuangkan dalam artikel ini.

Rahasia Preposisi ????? dan ???

Pembaca mulia, bila dilihat secara leksikal, memang tidak salah apabila kita menemui kalimat:

??????? ????? ???? ????????? ???????? ???????? ??????????? ??? ??????

Lalu kita terjemahkan,

“Semoga Allah memberi berkah padamu, dan semoga Allah memberi berkah atasmu, dan semoga Ia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”

Pertanyaannya adalah, “Apakah pembaca dapat membedakan makna padamu dan atasmu dalam terjemah doa walimah di atas? Tentu tidak bisa bukan?

Penjelasan

Pembaca mulia, preposisi ????? /laam/ secara harfiyyah artinya memang bisa diterjemahkan ‘pada?. Adapun ??? /?alaa/ dapat diterjemahkan ‘di atas?. Akan tetapi, jika kedua preposisi tersebut terdapat dalam satu kalimat secara bersamaan, makna preposisi tersebut tidak bisa lagi diterjemahkan secara harfiyyah? pada? atau ‘di atas? lagi. Namun, makna ????? menunjukkan makna yang baik, sedangkan menunjukkan makna yang buruk. Oleh karena itu, jika memerhatikan hal ini, doa walimah di atas jika diterjemahkan akan menjadi panjang, yaitu:

“Semoga Allah memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu dalam keadaan harmonis, dan semoga Allah (tetap) memberi berkah padamu di saat rumah tanggamu terjadi kerenggangan (terjadi prahara), dan semoga Dia (Allah) mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”.

Nah, bagaimana arti di saat rumah tanggamu dalam keadaan harmonis bisa muncul? Jawabnya adalah karena adanya preposisi ????? yang makna menunjukkan hal-hal yang baik jika disandingkan dengan preposisi ??? dalam satu kalimat. Konteks kalimat di atas adalah pernikahan, sehingga diketahui secara pasti bahwa hal-hal yang baik dalam pernikahan adalah ketika pasangan hidup dalam keadaan harmonis.

Demikian pula sebaliknya, arti di saat rumah tanggamu terjadi kerenggangan (terjadi prahara) dapat muncul sebagai terjemahan dari preposisi ??? . Preposisi ini akan menunjukkan makna yang buruk jika disandingkan dengan preposisi ????? dalam satu kalimat. Konteks kalimat di atas adalah penikahan, sehingga diketahui secara pasti bahwa hal-hal yang buruk dalam penikahan adalah ketika pasangan hidup mengalami kerenggangan atau prahara dalam rumah tangganya.

Hal ini membawa pelajaran penting bagi setiap orang yang akan menikah bahwa Nabi sudah mengisyaratkan dalam rumah tangga yang akan dihadapi tidaklah selamanya dalam keadaan yang bahagia dan harmonis. Setelah menikah nanti, seorang istri akan melihat sisi lain dari sang suami, yang tidak ia ketahui sebelum menikah. Demikian pula sebaliknya, sang suami akan melihat banyak hal yang tidak diketahuinya dari si istri setelah ia bergaul dengan istri beberapa hari pasca pernikahan. Pertengkaran sangat mungkin terjadi antara suami dengan istri, yang bisa muncul karena adanya kecemburuan, kesalahan dari salah satu pihak, bahkan karena adanya hal-hal sepele sekalipun. Dalam kondisi prahara ini, Nabi mengisyaratkan bahwa Allah bisa akan tetap memberi berkah pada suami istri tersebut. Bagaimana sikap suami ketika menghadapi kesalahan istri, demikian pula bagaimana istri ketika menghadapi kesalahan suami adalah hal-hal yang telah diajarkan dalam syariat Islam.

Anggapan bahwa rumah tangga selamanya 100% akan harmonis, tanpa ada perselisihan dan pertengkaran adalah anggapan yang keliru. Bagi yang sudah menikah, tentu mengetahui hal ini. Nabi kita yang mulia, memberi sifat bagi wanita bahwa mereka adalah kaca-kaca, sebagaimana dalam sabdanya,

???? ???????

Lembutlah kamu kepada kaca-kaca (maksudnya para wanita)?

Dalam kitab Fathul Bari, dijelaskan bahwa wanita disamakan dengan kaca karena begitu cepatnya mereka berubah dari ridho menjadi tidak ridho, dan karena tidak tetapnya mereka (mudah berubah sikap dan pikiran), sebagaimana kaca yang mudah untuk pecah dan tidak menerima kekerasan. (Periksa dalam Fathul Bari X/545)

Oleh karena itu, ulama jenius, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-?Utsaimin, memberikan nasihat kepada kita tentang wanita,

“?Sebuah kata yang Engkau ucapkan bisa menjadikannya menjauh darimu sejauh bintang di langit, dan dengan sebuah kata yang Engkau ucapkan, bisa menjadikannya dekat di sisimu.” (Periksa dalam kitab Syarhul Mumti?, XII/385.)

Bahkan, Nabi sendiri juga menjelaskan bahwa sangat memungkinkan suami akan mendapati hal-hal yang tidak ia kehendaki pada istrinya, tetapi hal tersebut Nabi larang dijadikan alasan untuk membenci istrinya tersebut, sebagaimana dalam sabda beliau

??? ???????? ???????? ?????????? ???? ?????? ??????? ??????? ?????? ??????? ?????

Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya). Jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya, maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain)” (Lihat kitab ???? ???? /shahihil muslim/, karya ???? ?? ?????? ??? ?????? ??????? ?????????? /Muslim bin Al-Hajjaj Abul Husain Al-Qusyairi An-Naisaburi, cet. Beirut: Daar Ihya? At-Turats Al-?Arabi, juz. II, hal. 1091, hadits nomor: 1469. Kitab ini dicetak bersama kitab ????? ???? ???? ??? ?????? /Ta?liq Muhammad Fuad Abdul Baqi/.)

Maka, benarlah apa yang pernah disampaikan Al-Ustadz Firanda bahwa, “Suami yang paling sedikit mendapat taufik dari Allah dan yang paling jauh dari kebaikan adalah seorang suami yang melupakan seluruh kebaikan-kebaikan istrinya, atau pura-pura melupakan kebaikan istrinya dan menjadikan kesalahan-kesalahan istrinya selalu di depan matanya. Bahkan terkadang kesalahan istrinya yang sepele dibesar-besarkan, apalagi dibumbui dengan prasangka-prasangka buruk yang akhirnya menjadikannya berkesimpulan bahwa istrinya sama sekali tidak memiliki kebaikan.”

Ustadz Firanda juga menyampaikan bahwa di antara yang dilakukan syaitan kepada suami tatkala marah kepada istrinya ialah dengan berkata, ” Sudahlah ceraikan saja dia, masih banyak wanita yang shalihah, cantik lagi.., ayolah jangan ragu-ragu?” Syaithan juga berkata, “Cobalah renungkan jika Engkau hidup dengan wanita seperti ini.., bisa jadi di kemudian hari ia akan membangkang kepadamu? Atau syaithan berkata, “Tidaklah istrimu itu bersalah kepadamu kecuali karena ia tidak menghormatimu.. atau kurang sayang kepadamu, karena jika ia sayang kepadamu ia tidak akan berbuat demikian.”

?Selesai penjelasan Ustadz Firanda?

Demikianlah, syaithan berusaha memisahkan hubungan antara suami dengan istri. Kesempatan yang tidak disia-siakan syaithan adalah ketika suami melihat satu kesalahan istrinya, maka syaithan akan membisiki sang suami untuk menjauhinya sampai menceraikannya. Namun, ingatlah kembali lafadz ???? ???? ‘Semoga Allah memberi berkah kepadamu ketika kamu ditimpa prahara? ketika manusia mengucapkannya di saat Anda menikah dulu.

Lalu, bagaimana agar Allah tetap memberi berkah ketika rumah tangga ditimpa prahara dan pertengkaran? Ketika penulis berupaya menyusun risalah untuk menjawab pertanyaan ini, penulis sudah membayangkan berpuluh-puluh halaman untuk menyelesaikannya. Maka, hal tersebut akan penulis sajikan dalam artikel tersendiri. Namun, satu kunci pembuka untuk menjawab pertanyaan di atas adalah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

????? ????? ??????????? ???????? ???? ?????? ????????? ???? ?????? ???????????? ??????????? ???????? ????? ?????

Ketahuilah bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan jika Engkau ingin meluruskannya, maka Engkau akan mematahkannya. Oleh karenanya, berbasa-basilah! Niscaya Engkau bisa menjalani hidup dengannya.” (Lihat Kitab ???????? ??? ???????? /al-mustadrak ‘ala shahihain/, karya ???? ?? ??? ???? ??? ??? ???? ?????? ?????????? /Muhammad bin Abdillah Abu ‘Abdillah Al-Hakim An-Naisaburi/, cet. I Beirut, tahun 1411 H / 1990 M : Darul Kutub Al-Ilmiyyah, tahqiq: Musthafa Abdul Qadir Atha, juz 4, hal. 192, hadits nomor: 7334. Kitab ini dicetak bersama kitab ??????? ?????? ?? ??????? /ta?liqat Adz-Dzahabi fi At-Talkhiis/.)

Maka, benarlah perkataan Adh-Dhohak, “Jika terjadi pertengkaran antara seorang dengan istrinya, janganlah ia bersegera untuk mencerainya. Hendaknya ia bersabar terhadapnya , mungkin Allah akan menampakkan dari istrinya apa yang disukainya.” (Periksa kitab Ad-Dur Al-Mantsur, II/465).

Sumber: http://alashree.wordpress.com

spy apps for iphone

Print This Post Print This Post 15,996 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

16 Komentar Untuk “Rahasia huruf "Lam" dan "’Ala" dalam Doa Pernikahan”

  1. subhanalloh, agama islam memang agama yang sempurna…

  2. Syukran atas artikelnya, semoga Allah memberikan kebaikan kepada penulis dan pembaca lainnya…Amin…

  3. syukron artikelnya, nasihatnya bagus buat ana. tips yang bagus untuk keluarga. berumah tangga tanpa bertengkar, cek cok, pasti menyenangkan.

  4. terimakasih setiap kiriman emailnya.
    semoga allah membalasnya dengan kebaikan

  5. Wah baru dua kata aja udh bnyk banget tuh manfaatnya, jadi lebih siap nikah, nih! Duh kapan ya….? doain dong…

  6. Jazakallah khairan akhii
    ana tunggu kelanjutan artikelnya.

  7. Subhanallaj , jazakallah akhi website yang bagus

  8. akh, ijin halaman ini untuk ana copas. jazaaakallaahu khair

  9. akh, ijin halaman ini untuk ana copas. jazaaakallaahu khair sebelumnya.

  10. :) Subhanallah …
    Jadi kepingin menikah ae … kapan ya ????

  11. hm..rupanya doanya bagus sekali…
    laur bisa indah bahasa arab,dan yang dapat merasakannya hanya orang-orang yang belajar bahasa arab…
    hmm..rupanya..kehidupan berumah tangga rumit juga ya..banyak suka dan dukanya..
    jadi takut nih..

  12. jazakallah artikelnya…ana baru inget ni tentang proposisi allah dan ‘ala. cuma ana mau tanya :
    apakah dua propoisi tersebut ketika dalam satu kalimat akan meberikan makna yang bersebranga, seperti halnya dalam konteks pernikahan ini?

  13. Maaf ustad trus kenapa klu mmg demikian para kyai juga banyak yang ngk bisa mempertahankan rumah tangganya ?

  14. terimakasih penjelasanya buat nambah ilmu yang tak ada habis habisnya

  15. trima kasih atas ilmunya sangad bermanfaat sekli..

  16. @MIN
    sama-sama… alhamdulillah