أَنْوَاعُ الْحَالِ
Macam-Macam Hal

1. Mufrod
Yaitu hal yang berbentuk tunggal. Termasuk bentuk mufrod disini adalah isim mufrod, mutsanna dan jama’.
Contoh:
(Anak itu makan sambil berdiri)
أَنْوَاعُ الْحَالِ
Macam-Macam Hal

1. Mufrod
Yaitu hal yang berbentuk tunggal. Termasuk bentuk mufrod disini adalah isim mufrod, mutsanna dan jama’.
Contoh:
(Anak itu makan sambil berdiri)
Ketentuan-ketentuan Hal:
1. Hal merupakan isim yang mansub.
Contoh:
صَلَّى مُحَمَّدٌ قَاعِدًا (Muhammad shalat dalam keadaan duduk)
2. Hal berbentuk isim nakiroh, sedangkan shohibul hal (isim yang dijelaskan keadaannya oleh Hal) berbentuk isim ma’rifat.
Contoh:
أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا (Anak itu makan dalam keadaan berdiri)
اَلْوَلَدُ = Shohibul hal, ma’rifat
قَائِمًا = Hal, nakiroh
اَلْحَالُ
(Hal)
Hal adalah isim mansub yang digunakan untuk menjelaskan keadaan fa’il atau maf’ul bih saat terjadinya fi’il (perbuatan).
Contoh:
صَلَّى مُحَمَّدٌ قَاعِدًا (Muhammad shalat dalam keadaan duduk)
ذَهَبَ مُحَمَّدٌ إِلَى الْمَسْجِدِ مَاشِيًا (Muhammad pergi ke masjid dengan berjalan)
رَأَيْتُ الأُسْتَاذَ رَاكِبًا (Aku melihat ustadz sedang naik kendaraan)
Perbedaan antara wau ma’iyyah dengan wau ‘athof:
1. Isim yang terletak setelah wau maiyyah selalu mansub, adapun isim yang terletak setelah wau ‘athof tergantung ma’thufnya.
Contoh :
سَارَ عَلِيٌّ وَالْجَبَلَ = waunya adalah wau ma’iyyah
سَارَ عَلِيٌّ وَحَسَنٌ = waunya adalah wau ‘athof
اَلْمَفْعُوْلُ مَعَهُ
(Maf’ul Ma’ah)
Maf’ul ma’ah adalah isim yang terletak setelah huruf (?) yang mempunyai arti “bersama” untuk menunjukkan kebersamaan.
Contoh:
سَارَ عَلِيٌّ وَالْجَبَلَ (Ali berjalan bersama dengan gunung)
جَاءَ مُحَمَّدٌ وَغُرُوْبَ الشَّمْسِ (Muhammad datang bersamaan dengan terbenamnya matahari)
Ketentuan-Ketentuan Maf’ul Muthlaq:
1. Maf’ul muthlaq harus menggunakan mashdar (kata kerja yang dibendakan).
2. Apabila mashdar yang merupakan maf’ul muthlaq berdiri sendiri, maka ia berfungsi sebagai penguat makna.
Contoh:
رَفَسْتُ رَفْسًا (Aku menendang dengan sebenar-benarnya menendang)
3. Maf’ul muthlaq yang berfungsi untuk menjelaskan bilangan, biasanya mengikuti wazan فَعْلَةً
Contoh:
رَفَسْتُ رَفْسَةً (Aku menendang dengan sekali tendang)
اَلْمَفْعُوْلُ الْمُطْلَقُ
Maf’ul Muthlaq
Maf’ul muthlaq adalah isim yang berasal dari lafazh fi’il yang berfungsi untuk penguat makna, penjelas bilangan atau penjelas sifat.
Contoh:
حَفِظْتُ الدَّرْسَ حِفْظًا (Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sebenar-benarnya hafal)
ضَرَبْتُهُ ضَرْبًا (Aku telah memukulnya dengan sebenar-benar memukul)
اَلْمَفْعُوْلُ لأََجْلِهِ
Maf’ul Liajlih
Maf’ul liajlih adalah isim yang digunakan untuk menjelaskan sebab terjadinya perbuatan.
Contoh:
صَلَّيْتُ إِيْمَانًا بِاللهِ (Aku shalat karena iman kepada Allah)
زُرْتُ عَلِيًّا حُبًّا لَهُ (Aku mengunjungi Ali karena cinta kepadanya)
Catatan Zhorof:
1. Zhorof ghoiru mutashorrif boleh di-jer-kan dengan huruf ?مِنْ
Contoh:
دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ مِنْ قَبْلِكُمْ (Aku telah memasuki masjid sebelum kalian)
2. Ada beberapa zhorof yang bentuknya adalah mabni.
Contoh:
أَمْسِ (Kemarin)
حَيْثُ (Di manapun)
Ikhwah pengunjung website Bahasa Arab Online yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, berikut ini situs para ustadz yang bisa menjadi rujukan kita untuk bertanya tentang permasalahan agama islam, silakan kunjungi dan ambil lautan faidah di dalamnya…
Dari beberapa sumber, seperti:?www.muslim.or.id
Bagi ikhwah yang ingin melengkapi atau memberikan koreksi silakan memberikan infonya melalui kolom komentar, Jazakumullahu khaira, BarakAllahu fikum..
Sesuai dengan pengembangan yang kami tuliskan dalam Donasi Pengembangan Web Bahasa Arab Online, Alhamdulillah, website bahasa arab online juga telah hadir dalam komunitas web jejaring sosial Facebook.Dalam komunitas ini kami menampilkan ringkasan pelajaran-pelajaran bahasa arab dasar dengan format yang berbeda. Dalam page ini juga kami membuka forum diskusi dan saling share tentang pelajaran dasar dalam bahasa arab.
Tentang facebook, sebagaimana situs jejaring sosial lainnya, dapat digunakan untuk hal kebaikan dan keburukan, kami nukilkan tulisan dari web rumaysho.com tentang fenomena ini:
أَنْوَاعُ الظَّرْفِ
Macam-Macam Zhorof

A. Zhorof mutashorrif adalah lafazh zhorof yang dapat difungsikan untuk selain zhorof.
Contoh:
صُمْتُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ (Aku berpuasa pada hari senin)
يَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمٌ مُبَارَكٌ (Hari jum’at adalah hari yang diberkahi)
اَلْمَفْعُوْلُ فِيْهِ
(Maf’ul Fih)
Maf’ul fih (zhorof) adalah isim yang menunjukkan keterangan waktu atau tempat terjadinya suatu perbuatan.
Contoh:
شَافَرْتُ لَيْلاً (Aku bersafar pada waktu malam)
صُمْتُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ (Aku berpuasa pada hari senin)
جَلَسْتُ أَمَامَ الْمِنْبَر (Aku duduk di depan mimbar)
نَامَ الْكَلْبُ خَلْفَ الْبَابِ (Anjing itu tidur di belakang pintu)
Catatan Maf’ul Bih:
Di dalam satu kalimat, terkadang ditemukan maf’ul bih lebih dari satu.
Contoh:
أَعْطَى الْمُدَرِّسُ مُحَمَّدًا جَائِزَةً (Pengajar itu memberi Muhammad hadiah)
عَلَّمَ الأُسْتَاذُ الطُّلاَّبَ عِلْمَ النَّحْوِ (Guru itu mengajarkan para mahasiswa ilmu nahwu)
Letak-letak maf’ul bih dalam struktur kalimat:
1.? فِعْلٌ – فَاعِلٌ – مَفْعُوْلٌ بِهِ
Contoh:
رَفَسَ مُحَمَّدٌ اَلْكُرَّةَ (Muhammad menendang bola)
ذَبَحَ مُحَمَّدٌ اَلْغَنَمَ (Muhammad menyembelih kambing)