function widget_freshcitrus_search() { ?> } if (function_exists('register_sidebar_widget')) register_sidebar_widget(__('Search'), 'widget_freshcitrus_search'); ?> function widget_freshcitrus_calendar() { ?>
1. Nama orang
Contoh:
|
مُحَمَّدُوْنَ/مُحَمَّدِيْنَ |
<= |
مُحَمَّدٌ |
|
زَيْدُوْنَ/زَيْدِيْن |
<= |
زَيْدٌ |
2. Sifat
a. فَاعِلٌ
Contoh:
كَاتِبٌ , نَاصِرٌ
b. مُفْعِلٌ
Contoh:
مُسْلِمٌ , مُفْسِدٌ
c. مُفْتَعِلٌ
Contoh:
مُجْتَهِدٌ , مُسْتَمِعٌ
d. مُفَاعِلٌ
Contoh:
مُنَافِقٌ , مُجَاهِدٌ
e. مَفْعُوْلٌ
Contoh:
مَقْتُولٌ , مَنْصُوْر
Dengarkan Kajian:
]]>Isim Jamak tebagi menjadi 3:
– Jamak Mudzakkar Salim
– Jamak Muannats Salim
– Jamak Taksir
A. Jamak Mudzakkar Salim
Jamak yang dibentuk dari isim mufrodnya yang digunakan untuk menunjukkan jenis laki-laki.
Contoh:
| (Para laki-laki mukmin) |
مُؤْمِنُوْنَ / مُؤْمِنِيْنَ |
| ( Para laki-laki kafir) |
كَافِرُوْنَ / كَافِرِيْنَ |
Cara pembentukan isim jamak mudzakkar salim
Cara pembentukannya adalah dengan menambahahkan wawu dan nun atau ya dan nun pada akhir isim mufrodnya
مُفْرَدٌ + ون/ين اِسْمٌ
Contoh:
|
مُؤْمِنُوْنَ/مُؤْمِنِيْنَ |
<= |
مُؤْمِنٌ + ون/ين |
|
كَافِرُوْنَ/كَافِرِيْنَ |
<= |
كَافِرٌ + ون/ين |
B. Jamak Muannats Salim
Jamak yang dibentuk dari isim mufrodnya yang digunakan untuk menunjukkan jenis perempuan.
Contoh:
| ( Para perempuan mu’min) |
مُؤْمِنَاتٌ |
| (Para perempuan kafir) |
كَافِرَاتٌ |
Cara pembentukan isim jamak muannats salim
مُفْرَد ٌ ( × ة ) + ات اِسْمٌ
Contoh:
|
مُؤْمِنَاتٌ |
<= |
مُؤْمِنٌ + ات |
<= |
مُؤْمِنَةٌ) × ة) |
|
كَافِرَاتٌ |
<= |
كَافِرٌ + ات |
<= |
كَافِرَةٌ) × ة) |
C. Jamak Taksir
Jamak yang berubah dari bentuk mufrodnya
Contoh:
|
رُسُلٌ |
<= |
رَسُوْلٌ |
|
بُيُوْتٌ |
<= |
بَيْتٌ |
|
كُتُبٌ |
<= |
كِتَابٌ |
|
ُأسَاتِيْذ |
<= |
أُسْتَاذٌ |
Dengarkan Kajian:
]]>Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.

A. Isim
Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut tidak terikat dengan waktu.
Contoh:
كِتَابٌ ـ بَيْتٌ ـ دِيْنٌ ـ بَابٌ ـ أسْتَاذٌ ـ شَجَرَةٌ
B. Fi’il
Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut terikat dengan waktu.
Contoh:
نَصَرَ ـ كَتَبَ ـ ضَرَبَ ـ جَلَسَ ـ قَتَلَ ـ أَكَلَ
C. Huruf
Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain.
Huruf yang dikategorikan sebagai al-kalimah adalah huruf-huruf ma’any.
Dengarkan Kajian:
]]>
A. Huruf Mabany (Huruf Hijaiyah)
Huruf yang digunakan untuk menyusun suatu kata
Huruf mabany terbagi menjadi 2:
1. Huruf ‘Illah
Ada 3 huruf yaitu: ا و ي
2. Huruf Shohih
Seluruh huruf hijaiyah selain ا و ي
B. Huruf Ma’any
Huruf-huruf yang mempunyai makna
Huruf ma’any terbagi menjagi beberapa macam, diantaranya:
1. Huruf Jer
Huruf yang membuat kata setelahnya secara umum berharokat akhir kasroh.
Diantara huruf-huruf jer adalah:
مِنْ , إِلىَ , عَنْ , عَلىَ , فِى , رُبَّ , بِ , كَ , لِ
2. Huruf Athof
Huruf yang digunakan untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lain.
Diantara huruf-huruf athof adalah:
وَ , ثُمَّ , أَوْ
Dengarkan Kajian:
]]>
Nahwu adalah ilmu untuk mengetahui hukum akhir dari suatu kata.
Contoh:
جَاءَ رَجُلٌ ـ رَأَيْتُ رَجُلاً ـ مَرَرْتُ بِرَجُلٍ
Shorof adalah ilmu tentang perubahan suatu kata.
Contoh:
نَصَرَ ـ نَاصِرٌ ـ مَنْصُوْرٌ
Dengarkan Kajian:
]]>تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا إِنْ تَِمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي
“Aku meninggalkan kepada kalian dua perkara, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara tersebut adalah kitabullah (al-Qur’an) dan sunnahku (al-Hadits).”
Allah ta’ala berfirman,
الر تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ – إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Alif, Laam, Raa. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kalian memahaminya.”
Dengarkan Kajian:
[audio:http://badaronline.com/sounds/nahwu1/pendahuluan.mp3] ]]>