function widget_freshcitrus_search() { ?> } if (function_exists('register_sidebar_widget')) register_sidebar_widget(__('Search'), 'widget_freshcitrus_search'); ?> function widget_freshcitrus_calendar() { ?>

1. Mu’rob
Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mu’rab harus selalu majrur. Contoh:
2. Mabni
Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mabni tidak mengalami perubahan harokat akhir (sesuai bentuk aslinya).
Contoh:
كِتَابُكَ (Kitabmu – laki-laki)
كِتَابُكِ (Kitabmu – wanita)
]]>1. Huruf حَتَّى dapat masuk ke isim atau fi’il.
Jika حَتَّى masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.
Jika حَتَّى masuk ke fi’il maka berfungsi sebagai huruf penashob.
Contoh:
اِجْتَهِدْ حَتَّى تَصِلَ إِلَى مَا تَرْجُوْ (Bersungguh-sungguhlah sampai engkau mencapai apa yang engkau harapkan)
2. Huruf Qasam (sumpah) ada tiga yaitu وَ, تَ, ب Semuanya diartikan “Demi”.
Secara penggunaan bahasa, “ta” hanya boleh digunakan untuk lafzhul jalalah Allah, adapun “bi” dan “wa” boleh untuk selain lafzhul jalalah Allah. Adapun secara syar’i, maka sumpah tidak boleh ditujukan kecuali kepada Allah ta’ala.
Contoh:
وَعَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي = Boleh secara bahasa (akan tetapi berdasarkan syar’i tidak boleh)
تَعَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي = Tidak boleh secara bahasa (dan juga berdasarkan syar’i)
]]>1. مِنْ (Dari)
خَرَجْتُ مِنَ الْمَنْزِل (Aku keluar dari rumah)
هَذِهِ الصَّدَقَةُ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ (Shadaqah ini dari orang-orang yang berbuat baik)
2. إِلَى (Ke)
سَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِد (Aku akan pergi ke masjid)
3. عَنْ (Dari)
هَذَا الْحَدِيْثُ رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ (Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah)
4. عَلَى (Di atas)
اَلْكِتَاُب عَلَى الْمَكْتَب (Buku itu berada di atas meja)
5. فِي (Di dalam)
نَحْنُ نَطْلُبُ الْعِلْمَ فِي الْمَسْجِد (Kami menuntut ilmu di dalam masjid)
6. رُبَّ (Betapa banyak / sedikit)
رُبَّ عَمَلٍ صَالِحٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ (Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar nilainya disebabkan oleh niat)
7. اَلْبَاءُ – بِ (Dengan)
كَتَبْتُ الدَّرْسَ بِالْقَلَم (Aku menulis pelajaran dengan pena)
8. اَلْكَافُ – كَ (Seperti)
عُمَرُ كَالأَسَدَ (Umar seperti singa)
9. اَللاَّمُ – لِ (Milik)
هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ (Kitab ini miliknya Muhammad)
10. حَتَّى (Sampai)
أَكَلْتُ السَّمَكَ حَتَّى رَأْسِه (Aku makan ikan sampai kepalanya)
وَاللهِ أَنَا مُسْلِمٌ (Demi Allah aku adalah seorang muslim)
تَاللهِ أَنَا مُسْلِمٌ (Demi Allah aku adalah seorang muslim)
13, 14. مُنْذُ dan مُذْ (Sejak)
مَا رَأَيْتُهُ مُنْذُ الأُسْبُوْعِ الْمَاضِيَة (Aku tidak melihatnya semenjak seminggu yang lalu)
15, 16, 17. عَدَ ,خَلاَ dan حَاشَا (Selain / kecuali)
رَجَعَ الطُّلاَّبُ خَلاَ مُحَمَّدٍ (Para mahasiswa telah pulang kecuali Muhammad)
]]>Kelompok Majruratul Asma:
1. مَجْرُوْرٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ
3. اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْر
مَجْرُوْرٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ
(Majrur Karena Huruf Jer)
Yang dimaksud dengan isim majrur karena huruf jer adalah isim yang mempunyai I’rob majrur apabila didahului oleh salah satu dari huruf jer.
Huruf jer ada 17 (tujuh belas), yaitu:
]]>