function widget_freshcitrus_search() { ?> } if (function_exists('register_sidebar_widget')) register_sidebar_widget(__('Search'), 'widget_freshcitrus_search'); ?> function widget_freshcitrus_calendar() { ?>
لام asalnya adalah لَوَمَ mengikuti wazan فَعَلَ. Dengan demikian bentuk majhulnya seharusnya لُوِمَ (luwima) mengikuti wazan فُعِلَ.
Kenapa لُوِمَ (luwima) bisa jadi لِيْمَ?
Dengan menerapkan kaidah i’lal (di pelajaran sharf), harakat fa’ fi’il nya (dalam hal ini laam) dihilangkan, sehingga jadilah لْوِمَ (lwima). Karena di dalam bahasa arab, untuk membaca sebuah kalimat tidak boleh diawali dengan huruf yang sukun, maka harakat ‘ain fi’il nya (dalam hal ini wawu) dipindahkan untuk fa’ fi’il nya, sehingga menjadi لِوْمَ. Lalu dalam rangka penyesuaian (munaasabah), maka وْ diganti dengan يْ , sehingga menjadi لِيْمَ.
Adapun يُلامُ (yulaamu) asalnya dari mudhaari’ ma’lum يَلُوْمُ. يَلُوْمُ sendiri asalnya adalah يَلْوُمُ dengan mengikuti pola يَفْعُلُ. Nah, seharusnya bentuk mudhaari’ majhul nya kan يُلْوَمُ. Namun setelah menerapkan kaidah i’lal, harakat ‘ain fi’il nya (dalam hal ini wawu) dipindahkan untuk fa’ fi’il nya (dalam hal ini laam), sehingga menjadi يُلَوْمُ. Lalu wawu dirubah menjadi alif, karena pada asalnya dia (wawu tersebut) berharakat dan sekarang huruf sebelumnya telah menjadi berharakat (yaitu laam), sehingga menjadi يُلامُ (yulaamu).
Lebih kurang demikian keterangannya. Bagi yang ingin lebih jelas, maka silahkan belajar ilmu sharf lebih lanjut. Wa zaadakumullaahu hirshan.
]]>itu لُوِمَ atau لإمَ ??
Terus bentuk mudhari’-nya gimana, syukran yaa ustadz… :)
]]>@abu harits
iya akhi, fi’il majhul, kaedahnya sama seperti biasa, akan tetapi karena ada huruf illat (alif wawu ya) maka ada perbedaan perubahannya, untuk pelajaran tashrif illat belum diajarkan hingga saat ini, tapi ringkasnya, karena ada huruf alif (qoola) pada huruf kedua, menjadikan majhulnya qiila.
#ummu ‘Aisyah
Benar ukh, hanya saja, karena fi’il mudhori tersebut adalah mu’rob maka harakatnya dengan dhommah, jadi yata’allamu dan yuta’allamu.
wa jazakumullahu khairan
Kemudian, kalo yata’allama dibuat fi’il majhulnya,apakah menjadi yuta’allama?
Jazakumullohu khoiron ustadz..
]]>