web 2.0

Web Badar Online Pindah Alamat Domain

Pengunjung Website Bahasa Arab Online yang dimuliakan oleh Allah, alhamdulillah setelah proses yang cukup lama akhirnya kami bisa pindah alamat dari web sebelumnya badar.muslim.or.id ke domain baru badaronline.com.

Keputusan pindah domain ini merupakan keputusan yang cukup berat juga, karena web ini sudah cukup di kenal dan link-linknya juga sudah banyak menyebar di search engine, belum lagi mengingat proses perpindahan server, backup dan upload database dan lainnya.

Alasan lainnya adalah karena domain badar awalnya merupakan subdomain dari muslim.or.id, ketika website muslim mengalami perpindahan server beberapa waktu lalu, maka kami juga harus ikut pindah server. Mengingat respon yang cukup besar dari pengunjung web dan manfaat cukup signifikan dari web ini kami memutuskan untuk menggunakan domain sendiri, untuk kemudahan dan kenyamanan.

Alhamdulillah proses perpindahan bisa dilalui dengan baik walaupun memerlukan waktu yang cukup lama. Waktu yang cukup lama ini dikarenakan belum bisa fokusnya pengurusan web dan beberapa penghalang lain.

Semoga ini menjadi salah satu langkah perbaikan dan pengingkatan ke depan, amin..

Bahasa Arab Dasar 120: Tawabi' Lil Majrur Dan Penutup

اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْرِ
Tawabi Pada Isim Majrur

1. اَلنَّعْتُ

Contoh:

هَذِهِ القِصَّةُ ذُكِرَتْ فِي حَدِيْثٍ صَحِيْحٍ (Kisah ini disebutkan di dalam hadits yang shohih)

2. اَلْعَطْفُ

Contoh:

كَتَبْتُ بِالدَّفْتَرِ وَالقَلَمِ (Aku menulis dengan menggunakan buku tulis dan pena)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 119: Faidah Idhofah

Faidah:

1. Secara umum, kandungan makna idhofah mempunyai tiga arti:

a. Bermakna مِنْ (dari)

Contoh:

خَاتَمُ حَدِيْدٍ (Cincin besi)

Maknanya adalah,

خَاتَمٌ مِنْ حَدِيْدٍ (Cincin dari besi)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 118: Syarat-Syarat Idhofah

شُرُوْطُ الإِضَافَةِ
(Syarat-Syarat Idhofah)

Syarat-syarat idhofah ada 3:

1. Mudhof tidak boleh ditanwin. Contoh:

حَقِيْبِةٌ = mudhof

مُحَمَّدٌ = mudhof ilaihi

Susunan idhofahnya adalah,

حَقِيْبَةُ مُحَمَّدٍ (Tas Muhammad)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 117: Macam-Macam Mudhaf Ilaihi

أَنْوَاعُ الْمُضَافِ إِلَيْهِ
(Macam-Macam Mudhof Ilaihi)

Macam-Macam Mudhof Ilaihi

1. Mu’rob

Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mu’rab harus selalu majrur. Contoh:

كِتَابُ الْمُسْلِمِ

كِتَابُ الْمُسْلِمَيْنِ

كِتَابُ الْمُسْلِمِيْنَ

حَدِيْثُ عَائِشَةَ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 116: Majrur Dengan Idhafah

اَلْمَجْرُوْرُ بِالإِضَافَةِ
(Majrur Karena Idhafah)

Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain.

Contoh:

كِتَابُ مُحَمَّدٍ (Bukunya Muhammad)

خَاتَمُ ذَهَبٍ (Cincin emas)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 115: Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer

Faidah:

1. Huruf حَتَّى dapat masuk ke isim atau fi’il.

Jika حَتَّى masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.

Jika حَتَّى masuk ke fi’il maka berfungsi sebagai huruf penashob.

Contoh:

اِجْتَهِدْ حَتَّى تَصِلَ إِلَى مَا تَرْجُوْ (Bersungguh-sungguhlah sampai engkau mencapai apa yang engkau harapkan)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 114: Contoh Penggunaan Huruf Jer

Contoh masing-masing penggunaan huruf jer:

1. مِنْ (Dari)

خَرَجْتُ مِنَ الْمَنْزِل (Aku keluar dari rumah)

هَذِهِ الصَّدَقَةُ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ (Shadaqah ini dari orang-orang yang berbuat baik)

2. إِلَى (Ke)

سَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِد (Aku akan pergi ke masjid)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 113: Majruratul Asma Huruf Jer

مَجْرُوْرَاتُ الأَسْمَاء
(Keadaan Di Jerkannya Isim-Isim)

Kelompok Majruratul Asma:

1. مَجْرُوْرٌ بِحَرْفِ الْجَرِّ

2. مَجْرُوْرٌ بِالإِضَافَة

3. اَلتَّوَابِعُ لِلْمَجْرُوْر

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 112: Tawabi Dari Isim Manshub

اَلتَّوَابِعُ لِلاِسْمِ الْمَنْصُوْب
(Tawabi’ Dari Isim Manshub)

Pembahasan tentang tawabi’ dari isim manshub telah di bahas pada pembahasan tawabi dari isim marfu’.

اَلتَّوَابِعُ

1. اَلنَّعْتُ — نَعْتٌ / مَنْعُوْتٌ

2. اَلْعَطْفُ — عَطْفٌ / مَعْطُوْفٌ

3. اَلتَّوْكِيْدُ — تَوْكِيْدٌ / مُؤَكَّدٌ

4. اَلْبَدَلُ — بَدَلٌ / مُبْدَلٌ مِنْهُ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada

Faidah:

1. Khusus untuk lafazh jalalah Allah الله, hanya boleh menggunakan huruf nida’ يَا .

Contoh:

يَا اَللهُ

Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan اَللّهُمَّ (Ya Allah)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 110: Munada Dengan Alif Lam

Memanggil kata yang terdapat “ال“:

Untuk kata yang terdapat “ال” nya, ada beberapa ketentuan dalam pemanggilannya.

1. Kata yang di panggil I’robnya marfu’

2. Menambahkan lafazh berikut setelah huruf nida’:

a. أَيُّهَا Untuk isim mudzakkar

b. أَيَّتُهَا Untuk isim muannats

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 109: Beda Munada Maqshudah Ghoiru Maqshudah

Faidah Munada:

Nakirah ghairu maqshudah dan nakirah maqshudah dapat terlihat dengan jelas perbedaannya dengan memperhatikan kasus-kasus berikut ini:

1. Orang yang tercebur di sungai padahal ia tidak bisa berenang. Ia meminta tolong pada orang-orang di sekitarnya untuk dapat menolongnya. Ia tidak peduli siapa yang akan menolongnya, yang jelas ia minta tolong dan berteriak barangkali ada orang yang mendengar dan mau menolongnya.

Maka orang ini dalam panggilannya menggunakan bentuk nakirah ghairu maqshudah.

Contoh:

يَا رَجُلاً أَنْقِذْنِي (Wahai lelaki, selamatkanlah aku)

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 108: Macam-Macam Munada – Mabni

2. مَبْنِيُّ عَلَى عَلاَمَةِ الرَّفْعِ

Munada’ dimabnikan dengan tanda rafa’ pada 2 (dua) keadaan.

a. عَلَمٌ مُفْرَدٌ (Nama orang tunggal / terdiri dari satu kata)

Contoh:

يَا مُحَمَّدُ

يَا عَلِيُّ

Selengkapnya… »

Bahasa Arab Dasar 107: Macam-Macam Munada – Manshub

أَنْوَاعُ الْمُنَادَى
(Macam-macam Munada)

Macam Munada

1. مَنْصُوْبٌ

Munada selalu manshub dalam 3 (tiga) keadaan.

a. مُضَافٌ (mudhof)

Selengkapnya… »

Previous Entries Next Entries