web 2.0

Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah

شِبْهُ الْجُمْلَةِ

apply online jobs

Syibhul jumlah adalah rangkaian kata yang mirip dengan jumlah

Syibhul Jumlah

Zhorof adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu atau tempat

Contoh:

أمَامَ, وَرَاءَ – ظَرْفُ الْمَكَانِ

بَعْدَ , قَبْلَ – ظَرْفُ الزَّمَانِ

Isim yang terletak setelah huruf jer dan zhorof maka secara umum berharokat akhir kasroh (Isim Majrur)

Contoh:

مِنَ السُوْقِ – جَرٌّ وَ مَجْرُوْرٌ

أمَامَ المَنْزِلِ – ظَرْفٌ وَ مَجْرُوْرٌ

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Print This Post Print This Post 44,363 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

15 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah”

  1. Afwan, Menarik sekali penjelasan-penjelasannya. Mohon juga di muatkan tulisan-tulisan materi Arab Gundul, termasuk kosa kata yang belum pernah, sehingga bisa langsung dipraktekan cara membaca text kitab gundul. Tulisan Arab Gundul yang pendek-pendek saja…1-2 paragraf. Lumayan untuk memacu latihan. Demikian Jazakallah.

    badar online
    Saran bagus akh, tapi untuk mulai pengajaran cara membaca tulisan arab gundul, tahapnya masih panjang, masih banyak pelajaran yang belum ditampilkan. Ketika saatnya pas, insyaAllah kami akan menampilkannya akh.

  2. tanya akh;
    kenapa zhorof tidak termasuk pada kelompok huruf dari harfu maaniya seperti halnya Jer dan Athof?
    atau kenapa Athof tidak masuk dalam syibhul jumrah seperti halnya Jer dan zhorof?

    badar online
    1. Karena zhorof bukanlah termasuk huruf akan tetapi karena termasuk fi’il isim
    2. Athof tidak masuk dalam syibhul jumlah karena dia memang tidak mirip jumlah sebagaimana jer majrur dan zhorof mudhof ilaihi
    3. Silakan ikuti pelajaran-pelajaran berikutnya, insyaAllah nanti akan semakin jelas, kalau sekarang masih banyak yang bingung, wajar akh, karena memang pelajarannya masih awal-awal.

  3. akh…afwan klo ana lancang…
    diatas antum bilang zorof termasuk ke dalam fi’il, klo sepengetahuan ana… fi’il itu hanya terbagi 3 : Madhi, Mudhari, Amr. bahkan beberapa linguis berpendapat bahwa fi’il amr sesungguhnya dibangun berdasarkan fi’il mudhari nya, karena ada kemiripan bentuk dan mempunyai pola UI, maksudnya jika ‘ain fi’il pada mudhari nya berbaris dhamah, maka amr nya dimulai dengan baris dhamah (yaktubu-uktub), sedangkan bila ain fi’il nya fathah dan kasrah, maka amr nya dimulai dengan baris kasrah (yaftahu-iftah, yadhribu-idhrib)
    afwan akh kalau ana salah, ana hanya mencoba menyumbang saran..
    jazakallah

    badar online
    tidak apa-apa akhi, kami sangat senang apabila ada yang memberikan koreksi yang membangun kepada kami. Dalam pelajaran ini kami tidak mengatakan bahwa zhorof itu fi’il, di pelajaran hanya menyatakan kalau zhorof itu menunjukkan waktu dan tempat dan tidak menyatakan kalau zhorof itu fi’il, karena yang benar, zhorof termasuk jenis isim, buktinya adalah zhorof bisa menjadi mudhof yang merupakan ciri isim, silakan lihat pada pelajaran idhofah.
    Adapun penjelasan fi’il seperti yang antum sebutkan maka sudah benar akhi..
    wajazakallahu khair, barakallah fik

  4. Mungkin maksudnya pada jawaban yang disampaikan oleh moderator bahwa:

    badar online
    1. Karena zhorof bukanlah termasuk huruf akan tetapi karena termasuk fi’il

    ana rasa yang dimaksud oleh tim badar online adalah isim (Wallahu a’lam)

    Satu tambahan mengenai mengapa mengapa athof tidak dimasukkan ke dalam syibhul jumlah adalah karena konsekuensinya dalam i’rab. (Mungkin pelajaran ini belum disampaikan oleh karena itu silakan terus simak badar.online ini)

    Konsekuensinya yaitu Syibhul jumlah (baik jer-majrur maupun zharaf-muhdaf ilaihi), bisa di i’rab sedangkan huruf ‘athaf dan ma’thufnya semata tidak bisa di i’rab. Contohnya pada kalimat:
    إنّ الله في السماء(Inna Allaha fi as Samaa-i)
    I’rabnya:
    Inna (sesungguhnya): huruf
    Allaha (Allah): manshub sebagai isim inna
    fii as Samaa-i (di atas langit): Syibhul jumlah yang dianggap marfu’ (fii mahalli raf’in) sebagai khabar inna

    Adapun huruf athaf-ma’thuf masing-masing di i’rab sesuai kedudukannya misal:
    إنّ محمدا و زيدا في المسجد
    (Inna Muhammadan wa Zaidan fii al-Masjid)
    Maka i’rabnya:
    Inna: huruf
    Muhammadan: manshub, Isim inna
    Wa: huruf athaf
    Zaidan: manshub, athaf kepada Muhammadan
    fii al-Masjid: Syibhu al-Jumlah dalam status marfu’ (fii mahalli raf’in), Khabar inna.

    Kita lihat bahwa Wa Zaidan, tidak bisa dii’rab sekaligus seperti fii al-Masjid.

    Pengetahuan mengenai Syibh al-Jumlah ini sangatlah bermanfaat untuk kasus Khabar (Khabar, Khabar kaana dan khabar inna) karena semua Syibhu al Jumlah akan berfungsi seperti Jumlah dalam hal i’rab pada kasus-kasus tersebut.

    Wallahu a’lam

  5. Syukron kepada akh Amrullah atas koreksinya, kami memang bermaksud menulis isim, akan tetapi begitulah manusia, tidak bisa luput dari kesalahan… kami sudah perbaiki komentarnya di atas.

    Semoga tambahan ilmu dari akhi Amrullah bisa menambah pemahaman.

    Baarakallahu Fiikum

  6. akh audio nya masi lom bs di download katanya An audio codec is needed to play this file. To determine if this codec is available to download from the Web, click Web Help. shukron jazealan

  7. Silakan diikuti dulu panduan pada link:

    http://badaronline.com/panduan

    Kami baru saja mencoba dan bisa, dicoba sekali lagi akh, mungkin ada masalah di browser ketika download.

  8. semuanya bs di download kecuali yg satu ini……. klo emank browse saya yg bermasalah bukanya hrsnya semua saya ga bs download … maaf merepotkan….

  9. adalah bagus jika di buku atau di gumpulkan satu edisi dalam mencari maklumat .contohnya.. wazan2 tasrif fi`il thulasi yang mempunyai tiga bahagian; iaitu di tambah satu huruf,ditambah dua huruf dan ditambah tiga huruf..selain itu ,saya mengharapkan pihak yang berkenan agar dapat menerima cadangan saya ini. saya juga mengambil aliran agama amat memerlukan sekali teknik pengunaan bahasa arab.jika ingin bertanya lebih mendalam emailkan ke drzi19@yahoo.com . insyaallah saya akan membalasnya…

  10. akhi gimana kalo kita bareungan chat pke b. arab??? kita tentuin waktunya kapan ???

  11. bermanfaat buat saya, tertarik dengan hiwar dan kitab gundul, kapan bisa belajar /?

  12. syukron akh.ats ktrsdiaanx pjrn ini ahmduiah bsa namba2 imu

  13. alhamdullah ahasa arab lagi tanpa sna bis belajar tanpa susah2, kemana kemari mencari guru buat belajar b. arab

  14. assalamu’alaikum akh..
    mw tnya nih, bs gak sibhul jumlah jd mubtada’

  15. @rien
    و عليكم السلام و رحمة الله
    Syibhu Jumlah, seperti : في المسجد dan أمام المسجد tidak bisa jadi mubtada`, bisanya jadi khobar…..
    berarti jika kita dapatkan jumlah seperti ini : في المسجد رجلٌ , maka Mubtada`nya adalah : رجلٌ , namun ia dita`khiir (dibelakangkan).
    wallaahu a’lam.