web 2.0

Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Na’at Man’ut

Catatan:

1. Apabila man’ut berupa isim jama’ yang tidak berakal (جَمْعٌ لِغَيْرِ عَاقِلٍ) maka na’atnya boleh berbentuk mufrod muannats atau jama’ muannats.

Contoh:

اِنْفَجَرَتِ الْجِبَالُ الْعَالِيَةُ (Gunung-gunung yang tinggi itu meletus)

اِنْفَجَرَتِ الْجِبَالُ الْعَالِيَاتُ (Gunung-gunung yang tinggi itu meletus)

2. Setiap jumlah (kalimat) yang terletak setelah isim nakirah maka dia dianggap sebagai na’at (sifat).

Contoh:

هَذَا عَمَلٌ يُفِيْدُ (Ini adalah amalan yang berfaidah)

مَضَى يَوْمٌ بَرْدُهُ قَارِصٌ (Hari yang dinginnya menusuk telah berlalu)

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

spy sms

Print This Post Print This Post 18,447 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

3 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Na’at Man’ut”

  1. semoga ilmu yang saudara tulis disini menjadikan tambahan amal sholeh, karena Insyalloh sangat berguna bagi saya yang sedang mulai belajar Bahasa Arab, dan mohon ijin saya donlod, thanks

  2. Sekarang sdh tdk bisa di download y?

  3. @abu hudzaifah
    bisa di download akh