web 2.0

Bahasa Arab Dasar 57: Saudari-Saudari Kaana

Saudari-Saudari Kaana

1. أَصْبَحَ – أَضْحَى – ضَلَّ – أَمْسَى – بَاتَ (Untuk menunjukkan waktu)

Contoh:

بَاتَ الْوَلَدُ نَائِمًا (Anak itu tidur di malam hari)

2. لَيْسَ (Untuk penafian)

Contoh:

لَيْسَ النَّجَاحُ سَهْلاً (Kesuksesan itu tidaklah mudah)

3. صَارَ (Untuk menunjukkan terjadinya perubahan)

Contoh:

صَارَ مُحَمَّدٌ شَابًّا (Muhammad telah menjadi seorang pemuda)

4. مَادَامَ (Untuk menunjukkan jeda waktu)

Contoh:

لاَ تَخْرُجْ مَادَامَ الْيَوْمُ مُمْطِرًا (Jangan keluar selama hari masih hujan)

5. مَابَرِحَ – مَانْفَكَّ – مَافَتِئَ – مَازَالَ (Untuk menunjukkan adanya kesinambungan)

Contoh:

مَازَالَ الْسَارِقُ مُكَدِّرًا (Pencuri itu senantiasa membuat resah)

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Print This Post Print This Post 14,638 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

13 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 57: Saudari-Saudari Kaana”

  1. Akh ana usul…bagaimana klo palajaran bahasa arabnya dijadikan ebook…biar enak klo dipelajari offline sambil mendengarkan pelajaran audionya yang udah di download. misalny cukup sampai pelajaran ke 50 untuk sementara.

    Barokallahufik

  2. oya akh, usulnya diterima, kami memang sudah membuat e-book nya akan tetapi belum sempurna dan belum dipublish, semoga segera terlaksana…

  3. Bismillah. Usulan akhi Maramis cukup bagus sekali, ana juga berharap bahasa arabnya dijadikan ebook. selama ini ana copy-paste and print out, sebagai tambahan ilmu ana yg sedang thalabul ilmi di LBAIS.

  4. Assalamu’alaikum

    Membaca usulan di atas, saya sangat setuju sekali dan tidak sabar menunggu hasilnya.
    Jika boleh, apa teman-teman ada yang tahu link tentang contoh audio muhadatsah al-yaumiyah?
    Atau bisa jadi pertimbangan dari teman-teman di badar untuk mengumpulkan audio contoh percakapan dalam bahasa Arab (TV, Radio, Film dan lain-lain) yang bisa dijadikan rujukan kita belajar?

    Syukoron

  5. Apakah yang sudah diposting disini boleh diambil(download), kopi dan lainya?

  6. #Silakan, kalau ingin menyebarkan informasi tentang bahasa arab online melalui link ini, malah kami berterimakasih, karena dengan itu menambah ikhwah lain yang mengetahui dan mengikuti pelajaran bahasa arab ini.
    Semoga kaum muslimin semakin tergerak untuk mempelajari bahasa Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  7. asalamu alaikum akhi……………

    boleh tahu info lengkap nya daftar belajar bahasa arabnya yang ngak ol

    syukron

  8. #ilham
    Silakan lihat di link berikut akhi:
    http://badaronline.com/dari-redaksi/launching-aplikasi-praktis-belajar-bahasa-arab-dari-nol.html

  9. utk akh muhayfa, contoh audio percakapan sehari2 (berikut teks dan terjemahnya), bisa diliat contohnya di arabindo.co.nr, bagian hiwaar.

  10. kok ana coba ke arabindo.co.nr, kemudian mendonlot audionya tapi ga bisa di dengar pake winamp, jet audio dan WMP ya?

  11. ssalamu alaykum wr wb
    Mau nanya nih mungkin ada yang bisa kasih pencerahan, ana baru belajar nahwu shorof. KAANA dkk. itu merofa’ mubtada & menashob khobar..betul ndak? tapi di QS Al-Baqarah :177 ayatnya….. لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا
    berbunyi Laisa albirra…. kok bukan laisa albirru….Padahal sepengetahuan saya LAISA itu kawannya KAANA merofa’isim. tambah bingung lagi dengan melihat QS 2:189 ………..وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوْاْ…. sukron

  12. bismillah, tlng di perbaiki suaranya gak bisa di dengerkab mulai pelajaran 53 sampai 57 mungkin yang lainnya ada lagi …jzkmllah khr

  13. Al-Akh Aziz -hafizhahullaah-,
    Apa yang antum sampaikan benar bahwa laisa termasuk saudarinya kaana yang merafa’kan mubtada’ dan menashabkan khabar.
    Untuk surat Al-Baqarah: 177, ada dua qira’ah. Menurut qira’ah ‘Ashim riwayat Hafsh dan qira’at Hamzah, al-birr berkedudukan sebagai khabar laisa muqaddam, sehingga dibaca manshub. Sedangkan qira’at selain mereka, al-birr berkedudukan sebagai isim laisa, sehingga dibaca marfu’.

    Adapun pada surat Al-Baqarah: 189, semua qira’ah membaca al-birr dengan marfu’, berkedudukan sebagai isim laisa.

    Kenapa pada ayat 177 bisa 2 qiraah, sedangkan ayat 189 hanya satu qiraah?
    Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an itu harus dengan samaa’iy, tidak cukup dengan kaidah-kaidah bahasa arab saja. Bahasa arab dipelajari sebagai alat, bukan tujuan. Maka dari itu belajarlah bahasa arab untuk memperlancar dan membantu dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Semoga Allah menambah ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.

    Wallaahu a’lam.