web 2.0

Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana

Isim Kana Mu'rob Mabni

1. Isim Kaana yang berupa isim mu’rob

Contoh:

كَان الْوَلَدُ نَشِيْطًا

كَانَتْ عَائِشَةُ صَالِحَةً

كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ صَالِحِيْنَ

كَانَتِ الْمُسْلِمَاتُ صَالِحَاتٍ

2. Isim Kaana yang berupa isim mabni

Contoh:

كَانَ هَذَا الْأُسْتَاذُ عَالِمًا

كَانَ ذَلِكَ الْكِتَابُ مُفِيْدًا

كُنْتُ مُسْلِمًا

كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ

تَصْرِيْفُ كَانَ

Tashrif Kaana

Contoh:

هُوَ مُسْلِمٌ –> كَانَ مُسْلِمًا

هُمَا مُسْلِمَانِ –> كَانَا مُسْلِمَيْنِ

أَنْتِ مُسْلِمَةٌ –> كُنْتِ مُسْلِمَةً

Dengarkan Kajian:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Print This Post Print This Post 20,490 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

6 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana”

  1. Akhi, saya ijin donlot ya. Insya Allah akan saya sirkulasikan di Majelis Taklim dimana saya sekarang aktif. Sukron.

  2. assalamu`alaikum wr.wb.
    hai akh, aku pengunjung baru kamu.au senang bisa menemukan alamt ini,moga semakin bagus kedepannya dan bermaanfaat bagi semua orang terutama pada saudara kita seiman.
    terusterang nih sebenarnya aku mau donlot tapi aku belum faham bener caranya blh gak aku minta toling di ajari he..he..makasih wassalamu`alaiku wr.wb.

  3. wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Iya akhi, selamat datang, semoga antum bisa mendapat manfaat dari situs ini…
    Cara downloadnya mudah, tinggal klik tulisan “download” pada bagian bawah artikel (sebelah player).

    barakallah fikum

  4. Jazakallah, mohon izin download itu belajar ana ..

  5. Ustadz, arti yang sebenarnya kaana dalam bahasa indonesianya apa yah?

  6. #Sarif H
    Seringnya tidak di artikan akhi, kalau diartikan biasanya dengan “adalah”.
    Misalnya kalimat: Kaana Muhammadun Mu’minan, diartikannya “Adalah Muhammad seorang yang beriman”, maka kata “adalah” disini lebih enak tidak dipakai.