
1. Isim Kaana yang berupa isim mu’rob
Contoh:
كَانَ الْمُسْلِمُوْنَ صَالِحِيْنَ
كَانَتِ الْمُسْلِمَاتُ صَالِحَاتٍ
2. Isim Kaana yang berupa isim mabni
Contoh:
كَانَ هَذَا الْأُسْتَاذُ عَالِمًا
كَانَ ذَلِكَ الْكِتَابُ مُفِيْدًا

Contoh:
هُوَ مُسْلِمٌ –> كَانَ مُسْلِمًا
هُمَا مُسْلِمَانِ –> كَانَا مُسْلِمَيْنِ
أَنْتِ مُسْلِمَةٌ –> كُنْتِ مُسْلِمَةً
Dengarkan Kajian:
[sc_embed_player_template1 fileurl=”http://badaronline.com/sounds/nahwu1/dasar-56-isim-kana.mp3″]
Comments
6 responses to “Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana”
Akhi, saya ijin donlot ya. Insya Allah akan saya sirkulasikan di Majelis Taklim dimana saya sekarang aktif. Sukron.
assalamu`alaikum wr.wb.
hai akh, aku pengunjung baru kamu.au senang bisa menemukan alamt ini,moga semakin bagus kedepannya dan bermaanfaat bagi semua orang terutama pada saudara kita seiman.
terusterang nih sebenarnya aku mau donlot tapi aku belum faham bener caranya blh gak aku minta toling di ajari he..he..makasih wassalamu`alaiku wr.wb.
wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Iya akhi, selamat datang, semoga antum bisa mendapat manfaat dari situs ini…
Cara downloadnya mudah, tinggal klik tulisan “download” pada bagian bawah artikel (sebelah player).
barakallah fikum
Jazakallah, mohon izin download itu belajar ana ..
Ustadz, arti yang sebenarnya kaana dalam bahasa indonesianya apa yah?
#Sarif H
Seringnya tidak di artikan akhi, kalau diartikan biasanya dengan “adalah”.
Misalnya kalimat: Kaana Muhammadun Mu’minan, diartikannya “Adalah Muhammad seorang yang beriman”, maka kata “adalah” disini lebih enak tidak dipakai.