web 2.0

Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada

Faidah:

1. Khusus untuk lafazh jalalah Allah الله, hanya boleh menggunakan huruf nida’ يَا .

Contoh:

يَا اَللهُ

Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan اَللّهُمَّ (Ya Allah)

2. Terkadang munada dibuang huruf nida’nya

Contoh:

رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ Asalnya adalah يَا رَبَّنَا

يُوْسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا Asalnya adalah يَا يُوْسُفُ

3. Jika munada’ mudhof kepada ya’ mutakallim maka ya’ boleh dibuang.

Contoh:

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا Asalnya يَا رَبِّي

وَلَدِ تَعَالَ! Asalnya يَا وَلَدِي

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Print This Post Print This Post 13,811 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

10 Komentar Untuk “Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada”

  1. assalamua’laikum … saya ingin bertanya . pertama , Sebenarnya ada berapa tahap sih jika kita ingin menguasai bahasa arab baik lisan ,tulisan dan cara mengartikan ? kedua . saya masih belum faham apa fungsi masdar dalam suatu kalimat bahasa arab . Mohon dijelaskan dan kalau perlu berikan contohnya dalam kalimat . NB: jika email saya sudah dibaca mohon segera membalasnya .Jazakallah khoiron .

  2. #hendro laksito
    Tahapan dalam mempelajari bahasa arab adalah menguasai mufrodat (kosakata) kemudian ilmu shorof dan ilmu nahwu, tiga ilmu ini adalah yang paling penting untuk dipelajari ketika ingin menguasai bahasa arab.
    Mashdar adalah salah satu elemen dalam bahasa arab yang menandakan suatu isim, fungsinya tentu banyak sekali dan sulit diterangkan satu persatu. Sebagaimana dimisalkan kata benda dalam bahasa indonesia. Apa fungsinya, bisa ditemukan sendiri dengan banyak menelaah.
    wa jazakumullahu khairan.

  3. السلام عليكم

    اخي minta bantuannya, saya butuh referensi mengenai Harfun Nida serta fungsi-funsinya

    شكرا

  4. #ham3d
    Referensinya masih dalam bentuk buku akhi, diantaranya bisa dilihat di kitab mulakhosh qowa’id lughoh ‘arabiyyah.

  5. Saya kurang faham tentang isi kitab itu, bahasanya terlalu sulit dicerna buat saya. Di laptop ada Maktabah Syamilah isi 6600 kitab salah satunya berisi kitab tersebut.

    Apa ada referensi buku yang kira-kira mudah dicerna, terutama materi munada ini. Saya belajar bahasa arab, cuma saya kurang basic. Maklum dari SMA…

  6. Assalamualaikum… Pak saya mau tanya seputar penghadzafan harfun nida contohnya pada lafadz Allah. mengapa ketika Lafadz Allah, Robbana/robbi, dan Allahumma, adat nidanya dibuang?? terimakasih…

  7. assalaamu ‘alaikum , wr ,wb

    maaf akhi , la’alas showab , untuk contoh diatas
    3. Jika munada’ mudhof kepada ya’ mutakallim maka ya’ boleh dibuang.

    Contoh: رَبِّي زِدْنِي عِلْمًا asalnya يَا رَبِّي

    lafadz “robbii ” …. apakah huruf yak nya tetap masih ada atau bagaimana jika di depannya di tambah yaa ? syukron

  8. @nawawi
    wa’alaikumussalam
    na’am akhi, afwan ya mutakallimnya belum dihilangkan, sudah kami benarkah teksnya, jazakumullahu khairan

  9. @ham3d
    untuk pelajaran bahasa arab dalam bahasa indonesia yang dijual bisa dilihat pada link ini:
    http://toko-muslim.com/tag/bahasa-arab

  10. @almeera
    wa’alaikumussalam
    ya kalau ditanya mengapa, memang bahasa arab seperti itu, untuk lafazh jalalah Allah memang ada pengkhususan jadi Allahumma. Untuk kalimat lain ya nida di buang karena secara makna sudah jelas, jadi tidak pakai huruf nida pun sudah dipahami bahwasanya kalimatnya adalah seruan.

Tulis Komentar