web 2.0

Faidah Penggunaan Alif Dan Lam Dalam Kalimat Bahasa Arab

Ada suatu kaidah penting dalam ushul tafsir, dimana jika terdapat alif dan lam masuk pada isim jenis (seperti manusia, jin dll) atau masuk pada isim sifat (nama sifat), maka menunjukkan istigroqiyah, yakni menunjukkan makna yang mencakup keseluruhan dari jenis atau sifat yang dimasukinya.

Pada pelajaran mengenai bahasa arab, kita ketahui bahwa isim yang kemasukan alif dan lam adalah isim yang ma’rifat, yakni isim yang tertentu, namun ketika alif dan lam masuk pada isim jenis dan sifat, maka alif dan lam ini berfungsi sebagaimana kaidah di atas. Kaidah ini telah disepakati oleh para ulama bahasa arab dan juga ulama ushul fiqih.

Contohnya sebagaimana dalam surat al-Ahzab ayat 35:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمً

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Pada ayat ini terdapat banyak sekali kata-kata sifat yang kemasukan alif dan lam. Sehingga dari hal ini kita ketahui bahwa, semua sifat yang ada pada ayat di atas menunjukkan semua cakupan sifat dan keseluruhan hal yang terkandung dari sifat, yang akan mengantarkannya kepada ampunan dan pahala yang besar dari Allah ta’ala.

Kita ambil contoh misalnya pada kata الْمُسْلِمِينَ. Kata ini menunjukkan semua orang muslim yang mempunyai makna-makna islam, orang muslim yang mengamalkan semua bagian dan cabang-cabang islam. Sehingga dengan kesempurnaan islamnya, maka semakin sempurnalah konsekuensinya, yakni magfiroh (ampunan) dan pahala yang besar dari Allah ta’ala. Begitu pula, semakin sedikit kesempurnaan islamnya, semakin sedikit pula magfiroh dan pahala yang akan diterimanya.

Sehingga dari hal ini, tidak semua orang muslim akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah ta’ala, akan tetapi hanya orang muslim yang mempunyai keseluruhan makna islamlah yang mendapatkan ampunan dan pahala yang besar dari Allah ta’ala. Dimana besar kecilnya ampunan Allah tergantung kadar keislaman yang dimilikinya.

Demikian juga pada kata الْمُؤْمِنِينَ yang merupakan kata sifat. Ketika masuk pada kata tersebut alif dan lam, maka menunjukkan bahwa, iman yang akan mengantarkan kepada ampunan dan pahala yang besar dari Allah adalah keimanan seseorang yang mencakup keseluruhan iman dan cabang-cabang iman, yakni orang yang ada pada dirinya semua aspek-aspek iman. Sehingga, semakin sedikit aspek iman yang dikerjakannya dan semakin rendah keimanannya, maka sedikit pula ampunan dan pahala yang ia dapatkan. Jika iman hilang, maka hilanglah ampunan dan pahalanya.

Kaidah ini tidak hanya mencakup pada sifat-sifat yang baik namun juga mencakup pada sifat-sifat yang buruk dan sifat-sifat yang dilarang oleh Allah ta’ala. Ketika Allah mengancam seseorang yang melakukan sifat buruk tertentu, maka jika semakin sempurna sifat buruk yang dilakukannya, maka semakin sempurna pula hukuman yang didapatkan, begitu pula semakin berkurang sifat buruk tersebut, semakin berkurang pula hukumannya.

Contoh alif lam yang masuk pada isim jenis adalah apa yang ada pada surat Al-Ma’arij ayat 19-22:

إِنَّ الإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا – إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا – وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا – إِلاَّ الْمُصَلِّينَ

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,(21) kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.”

Pada ayat ini terdapat isim jenis, yakni pada kata الْإِنْسَانَ, dan terdapat pada kata ini alif dan lam. Berdasarkan kaidah di atas, maka makna kata ini mencakup keseluruhan dari manusia, yang artinya semua manusia itu mempunyai sifat keluh kesah dan kikir, kecuali orang-orang yang telah Allah kecualikan, yakni orang-orang yang sholat.

Begitu pula pada surat al-‘Ashr, Allah ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِ – إِنََّ الإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ – إِلَّا الََّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Kata الْإِنْسَانَ menunjukkan keseluruhan manusia, sehingga arti dari ayat di atas adalah sesungguhnya semua manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang telah Allah ta’ala kecualikan pada ayat di atas.

Untuk bisa mengetahui apakah alif lam yang dimaksud adalah alif lam istigroqiyah adalah dengan menambahkan kata كل (kullu) di depan katanya. Jika penambahan kata ini tidak merubah dan merusak arti, maka berarti alif lam tersebut adalah alif lam istigroqiyah.

Selain contoh di atas, contoh yang paling agung di dalam penerapan kaidah ini adalah dalam masalah asma’ul husna, dimana hampir disetiap surat terdapat asma’ul husna.

Di dalam al-Qur’an Allah ta’ala mengabarkan kepada kita bahwa dia adalah Allah, Al Malik, Al ‘Alim, Al Hakim, Al Aziz, Al Quddusus Salam, Al Hamidum Majid. Dimana pada lafadz Allah terkandung seluruh makna uluhiyah, hanya dialah dzat yang berhak untuk diibadahi. Pada kata tersebut terdapat seluruh sifat yang sempurna, seluruh sifat terpuji, keutamaan, kebaikan dan tidak ada penyekutuan atasnya, baik dari golongan malaikat, jin, manusia atau seluruh makhluk. Bahkan seluruh makhluk menyembah kepada Allah dengan penuh ketundukan terhadap keagungannya.

Begitu pula pada sifat Al malik, yang berarti dzat yg mempunyai semua makna dan unsur kepemilikan dan kekuasaan yg sempurna. Makhluk seluruhnya adalah milik allah.

Al ‘alim menunjukkan dzat yg mengetahui segala sesuatu, ilmunya meliputi yang nampak dan tidak nampak, samar dan jelas dan meliputi segala hal yang diperbuat seluruh makhluknya.

Dan sifat-sifat lainnya dari nama-nama Allah yang husna, yang dari nama ini terkandung kesempurnaan sifat dan keindahan sifat yang dimiliki oleh Allah. Sehingga ketika kita menemukan nama-nama Allah, maka sudah terbesit dalam hati kita bahwa makna dari nama tersebut menunjukkan kesempurnaan dari sifat tersebut.

Apa dasar munculnya kaidah ini?

Kaidah ini merupakan kaidah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana sabda beliau pada saat tasyahud:

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ . فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمُوهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

“Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kepada kami dan semua hamba Allah yang sholih. (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata) Jika kalian mengucapkan doa ini maka doamu ini akan mencakup seluruh hamba Allah yang sholih yang ada di langit dan di bumi.”

Pada kata الصَّالِحِينَ terdapat alif dan lam yang berarti mencakup seluruh hamba Allah yang sholih yang ada di langit dan di bumi.

Contoh penerapan kaidah ini sangat banyak di dalam al-Qur’an

Sumber: Ryper Blog

Print This Post Print This Post 28,671 views

Iklan Baris

Web Buletin Tauhid
Website ini adalah kumpulan berbagai artikel Buletin At Tauhid. Buletin ini diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) yang berpusat di Yogyakarta. Buletin ini terbit setiap Jum'at dan disebar di masjid-masjid sekitar kampus UGM.

29 Komentar Untuk “Faidah Penggunaan Alif Dan Lam Dalam Kalimat Bahasa Arab”

  1. materi yang di sajikan sangat baik.sehingga membantu saya memperdalam ilmu tentang keislaman

  2. alhmdulillah bgus bgt….trus kmbangkan

  3. oks ta dukung cintailah bahasa arab bahasanya para anbiyaa’……smg Allah sll memberkati orang2 yang mencintai islam n termasukny orang yang belajar bhs arab toek kpntingan umt islam…

  4. subhanallaah sangat membantu dlm memberikan penerangan. materi yg ana cari2 untuk memahami penggunaan alif lam ni ana cari2 sejak bulan lalu. jazakumullah khairal jaza’ smg Allah memudahkan urusan saudara yg memudahkan urusan saudaranya.

  5. syukron, apakah ini berarti juga dalam ayat “Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun”, manusia punya sifat lupa karena asal katanya nisyan?

  6. alhamdulillah bertambah ilmu agama saya

  7. jazakallah….

  8. ممتاز جدا!!! جزاكم الله خيرا

  9. Numpang nanya, cara bikin css untuk huruf Arab seperti di situs ini bagaimana?
    عفوا و جزاكم الله خيرا

  10. Mau tanya, kitab bahasa arab yang yang membahas tentang ilmu bahasa arab secara rinci apa ya ??
    Mohon jawabannya..

  11. Alhamdulillah.

  12. Assalamualaikum Badar Online,
    Saya terjumpa site ini ketika mencari cara2 utk taip dalam bahasa arab dan meletakkan baris tanda bacaan untuk ayah saya. Saya dapati website ini amat komprehensif dan informatif! Site ini akan amat bermanfaat untuk ayah saya kerana kadangkala saya tidak mampu menjawab semua soalannya perihal Bahasa Arab. Alhamdulillah ada site seperti ini yang mudah untuk difahami. Terima kasih pihak Badar Online di atas usaha murni anda.

    Jazakallah.

  13. membantu belajar dan berlatih memahami bahasarab

  14. Apa arti dari:(QS. 39:53)
    قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ

    1. Apakah:
    Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
    2. Ataukah: Katakanlah: Wahai hamba-hamba yang telah melanggar terhadap diri mereka

    Sebab jika no.1 yang benar, maka bisa jadi ada tafsiran: Katakanlah (dengan ayat Allah): ‘Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas,…. Sebab dengan Katakanlah, berarti ‘Ku’ jadi merujuk kepada siapa? Allah, atau Nabi Muhammad, sebab Nabi pun memiliki hamba-hamba sahaya yang sah juga yang dengan ayat ini cukup masuk dalam konteks sebab seorang ‘hamba sahaya’ adalah orang yang paling miskin jadi cukup masuk akal untuk berputus asa atau mulai memikirkan tindakan melampaui batas, atau melanggar hukum seperti keinginan untuk mencuri, dll.
    Mohon dibalas. Thx.

  15. Apa bedanya الصلاة dengan لِلصَّلَاةِ ?

    Kami menemukan ada dua cara penulisan yang berbeda dalam Al Quran (QS 62:9)
    للصلوة
    dan لِلصَّلَاةِ , apa bedanya?

    Dan وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ
    37.48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

    وَعِندَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ
    38.52. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.

    Sama-sama ada kata قَاصِرَ namun mengapa yang satu dalam tanda kurung? Dan apakah arti qaashira itu ‘di bawah umur'(under age)? atau ‘kecil’–>anak kecil? adakah qaashira juga merujuk identitas sexual kepada (anak)perempuan bisakah kata itu juga berarti ‘laki-laki (kecil)’ atau remaja(pria), gadis remaja, wanita muda(young woman)(juga ada tertulis dalam Quran قصر yang berarti istana?)

    Kami sangat menunggu jawabannya secepatnya. Terima kasih.

  16. saya bersyukur kepada Allah telah ada website ini, semoga tambah maju adan canggih

  17. apakah penggunaan nama anak berikut yang saya gabungkan benar?” safaraz akma fadhil al -faruq”kata faruq saja apa memang harus ditambah Al didepannya mohon penjelasanya.atau beri nama anak yang seperti saya maksudkan diatas, jazakallahu khairon.

  18. arti dari safaraz akma fadhil al faruq yang saya maksud adalah Anak laki-laki yang terhormat sebagai pemimpin yang mulia sebagai pembeda yang hak dan bathil. apa penggunaan al di depan faruq benar? tolong berikan nama nama anak yang seperti saya maksudkan
    jazakallahu khairo

  19. alhamdullah….ini sangat bermanfaat bagi saya yang mau memperdalam ilmu agama…apalagi saya masih awam..syukron..moga Alloh membalas dengan yg terbaik…

  20. syukron ilmunya…..

  21. Alhamdulillah, sangat berguna dan bermanfaat sekali, paling tidak sedekit demi sedikit memahami arti dan maknanya.

  22. kajiannya cukup bagus sukron.ust.ana tanya nih.kalimat bismillah huruf bi ketemu kata ismi kenapa alifnya hilang/ kemna huruf alif pada kt ismi. kenapa jadi bismi tidak bi ismi. sukron atas jawabanya.

  23. terima kasih atas ulasan ulasanya selama ini, semoga semakin bermanfaat.

  24. alhamdulillah baru dapat web site ini, semakin tambah bodohnya saya, banyak sekali ilmu yang tidak saya ketahui, terima kasih hanya Alloh yang dapat membalasnya

  25. Trimaksih ust ilmunya,smoga berkah

  26. masyaalooh alhamdulilhah

  27. al hamdulillah ana dapat membangun kembali pelajaran bahasa arab yg telah pernah dipelajari, lupa

  28. alhamdulillah, saat ini kami jg sedang belajar dengan ustadz Fauzi,smg menjadi ilmu yang bermanfaat.

  29. @faisal alqamaruzzaman
    نسأل الله تعالى العلم النافع
    آمين

Tulis Komentar